KUNINGAN(MASS) – Bertempat di Teras Pendopo Kuningan, Jalan Siliwangi, Dewan Pakar serta pengurus Dewan Kebudayaan Kuningan (DKK) resmi dilantik pada Selasa (12/5/2026). Momentum ini menjadi harapan baru bagi kebangkitan ekosistem seni dan budaya di Kuningan.
Bupati Dian Rachmat Yanuar, memberikan sorotan tajam mengenai nasib para seniman di tingkat desa yang selama ini kurang terlihat secara ekonomi. Ia menegaskan dedikasi terhadap seni tradisi harus berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan pelakunya.
“Jadi kalau dalam bahasa saya, seni itu harus dengan sangu, artinya orang yang menggeluti seni tradisi budaya itu harus terjaga juga kesejahteraannya,” tuturnya kepada para awak media.
Menurut Bupati, prinsip “seni harus dengan sangu” perlu diwujudkan agar para seniman tidak lagi hidup dalam kesengsaraan. Hal ini berarti pertunjukan budaya harus mampu mendatangkan penghasilan yang layak dan membuat penonton bersedia membayar tiket.
“Seperti nanti misalnya ada pertunjukan budaya, event, itu orang mau merogoh koceknya, kantongnya untuk bayar, hari ini kan sangat sulit, tidak seperti di daerah lain,” tandasnya.
Ia membandingkan potensi Kuningan dengan daerah lain seperti Bali yang sukses mengomersialkan Tari Kecak dan Tari Barong. Di sana, pertunjukan budaya bisa menyedot ribuan penonton setiap hari, sehingga memberikan dampak kesejahteraan yang nyata bagi para seniman.
“Di daerah lain bisa nonton tari kecak, ttu kan satu tiket seratus ribu, tari barong, tari apa ya itu ratusan ribu, yang nonton sekali pertunjukan 1000 orang, kadang sehari bisa sampai 3 sampai 4 pertunjukan,” pungkasnya. (raqib)