KUNINGAN (MASS) – Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar membawa kabar segar bagi masyarakat terkait pembangunan infrastruktur jalan di seluruh pelosok Kuningan. Dalam wawancara di Gedung APDESI Kuningan pada Kamis (16/4/2026), Bupati menekankan pentinnya sinergi antara pemerintah desa yang tergabung dalam APDESI dengan program strategis pemerintah pusat dan provinsi.
Salah satu poin utama yang disampaikan Bupati adalah target ambisius dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan hasil Musrenbang terbaru, dicanangkan pada tahun 2027 hingga 2028 mendatang, kondisi jalan-jalan di daerah harus sudah “licin” alias mulus merata. Target ini diharapkan bisa mengakhiri keluhan warga soal jalan rusak yang selama ini menghambat aktivitas ekonomi.
“Jadi program Pak Gubernur kemarin hasil Musrenbang itu target beliau 2027-2028 jalan-jalan luncir,” tuturnya.
Dian menjelaskan nantinya akan ada pembagian tugas yang jelas dalam urusan perbaikan jalan ini. Mengingat keterbatasan anggaran atau fiskal di tingkat daerah, pemerintah provinsi dan kabupaten akan berbagi peran. Jalan desa dan jalan lingkungan yang sebelumnya sering terabaikan, kini akan mulai dicover secara bertahap oleh anggaran provinsi.
“Akan ada pembagian tugas, jalan desa itu akan dicover oleh provinsi, jalan Kabupaten oleh Kabupaten yang akan kita laksanakan secara bertahap,” tegasnya.
Tujuan utama dari skema ini adalah menciptakan konektivitas atau ketersambungan. Bupati ingin memastikan agar jalan lingkungan tersambung ke jalan desa, lalu tersambung ke jalan kabupaten, provinsi, hingga ke jalan nasional. Jika semua jalur ini terhubung tanpa hambatan, maka pertumbuhan ekonomi di desa-desa diyakini akan meningkat.
“Jadi harus ada konektivitas, tersambung jalan lingkungan, jalan desa, kabupaten, provinsi dan nasional, nah ini komitmen beliau kepada semua,” paparnya.
Kabar yang paling mengejutkan adalah adanya kenaikan anggaran infrastruktur yang cukup fantastis dari pemerintah provinsi. Bupati menyebutkan, jika sebelumnya anggaran yang dialokasikan hanya berkisar di angka Rp600 miliar, ke depan angka tersebut diproyeksikan melonjak hingga tembus Rp2,4 triliun.
“Dan dari pernyataan beliau ini ada kenaikan yang cukup fantastis. Yang kemarin Rp 600 miliar, besok untuk itu mencapai 2,4 triliun. Artinya kita optimis, kita suport program Pak Gubernur,” paparnya.
Meski demikian, Bupati juga meminta masyarakat untuk bersabar. Pembangunan jalan yang menyeluruh dan berkualitas tentu membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Ia memahami Gubernur maupun pemerintah daerah memerlukan proses bertahun-tahun untuk menata seluruh jaringan jalan agar benar-benar mantap dan kokoh.
“Ini akan konsen pada infrastruktur, jadi butuh waktu, Pak Gubernur juga kan butuh bertahun tahun untuk itu, Saya juga mohon waktu setahun duatahun kita selesaikan,” pungkasnya.(raqib)