Bukan Sekadar Baca Buku, IMK Cirebon Bahas Ide Tentang “Trilogi Gerakan Mahasiswa” di Pekan Literasi-In

KUNINGAN (MASS) – Ikatan Mahasiswa Kuningan (IMK) Wilayah Cirebon kembali menggelar acara bertajuk “Pekan Literasi-In” dengan tema yang cukup unik, yaitu “Sebuah Pengantar: Buku, Rasa, dan Sekretariat Kita”. Acara ini dipusatkan di Sekretariat IMK Cirebon pada Kamis (9/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari ini dihadiri oleh puluhan mahasiswa dari berbagai kampus di wilayah Cirebon. Para mahasiswa diajak untuk kembali merenungi apa sebenarnya arti literasi di tengah kesibukan organisasi dan perkuliahan.

Dalam diskusi tersebut, IMK menghadirkan tiga orang pemantik diskusi, yakni Muhammad Galih, Abdul Ghani, dan Gilang Cikal. Ketiganya membawa ide menarik tentang “Trilogi Gerakan Mahasiswa”. Mereka menyebut gerakan mahasiswa yang kuat harus berdiri di atas tiga pilar utama, yaitu buku, rasa, dan tempat berkumpul atau sekretariat.

Pilar pertama, yaitu buku dipaparkan oleh Muhammad Galih, ia menyebutkan buku dianggap sebagai sumber pengetahuan yang tidak boleh ditinggalkan oleh mahasiswa. 

“Dengan baca buku, wawasan intelektual kita akan terus berkembang. Ini jadi pilar pertama yang tak boleh tergantikan oleh mahasiswa,” tuturnya.

Pilar kedua, yaitu rasa atau empati yang dijelaskan Abdul Ghani, menurutnya aspek “rasa” ini ditekankan sebagai bentuk kepekaan sosial. Mahasiswa diharapkan tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga harus memiliki perasaan yang halus untuk peduli terhadap masalah di sekitarnya. 

“Rasa dalam hal ini berkaitan dengan literasi atau mengamati yang bukan hanya soal membaca tulisan, tapi juga pandai membaca situasi dan kondisi masyarakat di lingkungan sekitar kita,” paparnya.

Gilang Cikal sebagai pemantik terahir menyemut hal yang tak kalah pending, yaitu pilar ketiga. Bagi IMK Cirebon, sekretariat bukan sekadar bangunan atau tempat singgah, melainkan sebuah ruang kolektif untuk tumbuh bersama. 

“Sekretariat bukan bangunan semata, di tempat inilah ide-ide dari buku dan kepekaan rasa tersebut dipertemukan untuk menjadi sebuah gerakan yang nyata,” tandasnya.

Ketua IMK Wilayah Cirebon Wirya Nur F menjelaskan kegiatan ini sangat penting untuk terus dilakukan. Menurutnya, kapasitas anggota organisasi harus terus dipupuk agar memiliki fondasi berpikir yang kuat namun tetap memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

“Tujuan kami melalui acara ini adalah ingin mempertajam pemikiran kawan-kawan, sekaligus memperhalus perasaan mereka. Kami ingin menjadikan sekretariat sebagai rumah yang progresif bagi seluruh mahasiswa Kuningan yang ada di Cirebon,” ungkapnya.

Melalui Pekan Literasi-In ini, IMK Cirebon berharap budaya membaca dan berdiskusi tidak hanya menjadi tren sesaat. ”Kami ingin menciptakan kebiasaan literasi yang berkelanjutan, sehingga peran mahasiswa sebagai agen perubahan dan kontrol sosial di masyarakat tetap berjalan dengan baik dan berlandaskan ilmu pengetahuan,” pungkasnya. (raqib)