KUNINGAN (MASS) – Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI yang merekomendasikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan mengganti rugi penggunaan anggaran tahun 2024-2025, membuat Ketua Fraksi PDIP Rana Suparman angkat bicara.
Pasalnya, total angka ganti rugi yang harus dibayar Disdikbud Kuningan tidak main-main, lebih dari Rp 8 Milliar. “Ini kan yang membuat kita dipaksa tertawa. Angka yang tertera dalam LHP BPK itu, yang ketahuan,” kata Rana, berkelar seolah curiga masih ada yang belum ketahuan, Selasa (31/3/2026) kemarin.
Menurut Rana, LHP BPK ini merupakan sesuatu yang “tidak terkendali” dan “arus besar”. Meski begitu, berbarengan dengan momen LKPJ Bupati, Rana berharap adanya LHP BKP ini mendorong penyelenggara pemerintahan yang bersih.
Dalam wawancara itulah, Rana kemudian didesak pertanyaan apakah LHB BPK ini bisa berujung pidana atau tidak. Pasalnya, anggaran yang jadi temuan itu, distribusinya di puluhan sekolah.
Namun soal temuan BPK itu, Rana khawatir aliran uangnya itu tidak “markir” di sekolah-sekolah. “Yang ditakutkan, alirannya ke Pilkada. Pilkadanya tidak satu lagi, jangan-jangan ketiganya (tiga calon Pilkada Kabupaten Kuningan) ,” ujarnya mempertanyakan.
“Kalo ada kaitan kesitu, ketegasan dituntut. Kalo seandainya, kalo nggak ya bagus donk Pilkada kita bersih. Tapi uangnya kemana nih larinya?” imbuhnya lagi.
Dikatakan Rana, jika temuan itu untuk institusi maka lembaga yang harus mengganti. Namun kata Rana, pertanyaanya mau diganti dengan uang apa.
“APBD? Mau pungutan ke guru? Mau apa? Ya harus dijelasin dong (sumber uang penggantinya darimana?),” ungkapnya.
“Pak Elon (Kepala Disdikbud saat ini) harus hati-hati, jangan-jangan Pak Elon ini bersedia nutupin. (Tapi) Darimana nutupnya? uang siapa, program apa yang dipangkas, kegiatan apa yang ditunda untuk bayar TGR ini,” tuturnya.
Karenanya, Rana meminta agar dicari saja dulu uangnya kemana, barangkali terselip, atau sudah bermuara kemana-mana. “Kita gak nuduh, (tapi) karena belum dapat penjelasan. Belum dapat klarifikasi,” kata Rana. (eki)
















