KUNINGAN (MASS) – Hampir dua tahun sejak proses pembebasan lahan untuk proyek Jalan Lingkar Timur Selatan (JLTS), area yang berada di Desa Windujanten, Kecamatan Kadugede, hingga kini belum dimanfaatkan.
Desa Windujanten sendiri merupakan titik awal wilayah Kecamatan Kadugede. Lahan yang telah dibebaskan kini dibiarkan kosong dan tidak lagi digarap oleh warga.
Kepala Desa Windujanten, Rohman, menyampaikan, proses pembebasan lahan telah selesai sepenuhnya dan masyarakat sudah menerima ganti rugi secara langsung melalui rekening masing-masing.
“Alhamdulillah untuk masyarakat udah beres semua dari yang besar maupun yang kecil. Langsung ke rekening masing-masing karena semua masyarakat yang terkena lahannya untuk JLTS itu dibuatkan rekening,” ujar Rohman, Kamis, (2/3/2026) di kantor desa.
Ia menyebutkan, lebih dari 100 warga terdampak dalam pembebasan lahan ini, dengan jenis lahan yang beragam, mulai dari sawah, kebun, hingga lahan pasir. Namun, tidak ada rumah warga yang terdampak dalam proyek tersebut.
“Pesawahan yang paling banyak, kemudian pasir, kebun gitu ya kebun bambu, kebun pohon keras gitu, rumah dan lain sebagainya emang gak ada,” tuturnya.
Mengenai proyek tersebut, kata Rohman warga antusias mendukung. ” Masyarakat malah sebetulnya pengen segera dimulai, soalnya sekarang juga kan setelah dibebaskan tidak ditanami,” ujarnya.
Lahan yang terdampak JLTS itu, menurutnya sudah hampir dua tahun tidak ditanami karena sebagai besar sudah diratakan.
“Hampir dua tahun lebih udah dibeko, udah dibentuk jalan gitu udah rata kemudian tidak dilanjutkan akhirnya kan tumbuh rumput,” katanya.
Menurutnya, selain tanah yang keras usai dibeko, warga juga tidak berani memanfaatkan kembali lahan tersebut, meskipun hanya untuk ditanami tanaman ringan. Hal itu disebabkan kekhawatiran jika sewaktu-waktu pembangunan kembali dilanjutkan.
Terkait harga ganti rugi, Rohman menyebutkan nilainya bervariasi tergantung lokasi dan jenis lahan. Di Windujanten sendiri luas tanah yang terdampak JLTS mencapai sekitar 1,6 kilometer.
“Tergantung, pinggir jalan berarti ada yang 4.600.000 per bata kemudian sawah sawahnya juga kan ada yang dekat jalan gitu ya tergantung ada yang 3.500.000 ada yang 2.600.000 kemudian kebun ada 4.000.000 kemudian pasir 760.000 kalau ga salah,” tutupnya. (didin)
















