KUNINGAN (MASS) – Momentum Hari Raya Idul Fitri membawa dampak signifikan terhadap peningkatan volume sampah di Kabupaten Kuningan. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ciniru tercatat menerima lonjakan sampah hingga mencapai 315 ton per hari, terutama pada periode menjelang dan setelah Lebaran.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuningan, Andi, mengungkapkan peningkatan itu terjadi sejak H-2 hingga H+2 Lebaran.
“Biasanya sampah yang masuk ke TPA Ciniru sekitar 260 ton per hari. Semenjak H-2, H-1, H+1 dan H+2, itu ada lonjakan cukup lumayan, sekitar 315 ton per hari,” ujar Andi, Kamis (26/3/2026).
Menurut Andi, kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah dan masyarakat dalam pengelolaan sampah yang lebih efektif.
“Pengelolaan sampah di sumbernya menjadi kunci keberhasilan. Ketika sampah itu sudah dipilah sejak awal, maka tidak semuanya akan masuk ke TPA,” jelasnya.
Ia juga mendorong masyarakat untuk mengelola sampah organik secara mandiri, seperti diolah menjadi pupuk atau dimanfaatkan melalui budidaya maggot. Langkah itu dinilai dapat mengurangi beban sampah yang masuk ke TPA.
Terkait kebijakan, Andi menegaskan pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah. Ia menyebut bahwa pemerintah pusat melalui undang-undang persampahan telah menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mengelola sampah.
Jika dibandingkan tahun sebelumnya, Andi mengatakan peningkatan volume sampah dapat diperkirakan melalui pertumbuhan penduduk. Sebagai contoh, ia menyebut di Kecamatan Winduherang, frekuensi pengangkutan sampah meningkat dari tiga kali menjadi empat kali dalam periode tertentu. (didin)













