JAKARTA (MASS) – Timnas Indonesia memasuki babak baru di bawah kepemimpinan pelatih John Herdman dengan standar, budaya dan taktik racikannya bersama seluruh staf kepelatihan. Mereka dipastikan akan memimpin skuad Garuda dalam laga yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno Senayan Jakarta pada Jumat, 27 Maret mendatang.
Pada laman Instagram resmi Timnas Indonesia John Herdman menyebutkan target utama timnya adalah menatap FIFA series sebagai awal yang baik untuk menetapkan pola pikir, standar, budaya, taktik, dan kejelasan bagi para pemain. Menurut Herdman, periode ini penting untuk menata fondasi bagi masa depan tim nasional.
“Ini merupakan awal yang baik menetapkan pola pikir standar kerangka budaya taktik kejelasan untuk para pemain menetapkan standar untuk masa depan kita,” tuturnya Selasa (24/3/2026).
Herdman juga menyampaikan ambisi besar dengan mencetak sejarah dengan menjadi tim pertama yang mampu mengalahkan lawan asal Eropa dalam kompetisi resmi. Herdman menekankan selain hasil, proses membangun identitas permainan dan standar kerja merupakan tujuan utama yang harus dipenuhi tim dalam jangka panjang.
“Dan jika kita bisa menciptakan sejarah Bisakah kita menjadi tim pertama yang mengalahkan tim lawan asal Eropa itulah awalnya,” tambahnya.
Susunan staf pelatih yang dibawa Herdman lengkap dan terdiri dari tenaga asing serta lokal yang memiliki tugas masing-masing. Di posisi kepala pelatih adalah John Herdman, sementara Elliott Dickman ditunjuk sebagai asisten untuk aspek penyerangan (assistant attacking) dan Steven Vitoria sebagai asisten pelatih untuk aspek pertahanan (assistant defending).
Dukungan teknis dan performa juga diperkuat dengan hadirnya Nova Rianto dan Simon Grayson sebagai technical support, serta Andrej Kostolansky sebagai pelatih kiper dan set piece coach. Selain itu, Damian van Rensburg bertugas sebagai asisten pelatih kiper untuk memaksimalkan performa penjaga gawang.
Dalam hal analisis dan ilmu performa, Herdman menghadirkan tim yang lengkap: Dzikri Lazuardy sebagai technical performance analyst, Valdano Wiriawanputra sebagai sports scientist, Cesar Myelin sebagai head of performance, serta Emilia Achmadi sebagai sport dietician.
Kehadiran para spesialis ini menunjukkan pendekatan modern yang ingin dibawa Herdman untuk meningkatkan kualitas fisik, taktik, dan kebugaran pemain. (raqib)













