KUNINGAN (MASS) – Kegiatan Bakti Sosial ADISI (Aksi Mengabadi dengan Penuh Dedikasi ) 2026 Desa Kertawana Kecamatan kalimanggis yang diselenggarakan Ikatan Pelajar Pemuda Mahasiswa Kuningan (IPPMK) Jadetabek secara resmi dibuka pada Senin (26/1/2026) kemarin.
Kegiatan Pembukaan berlangsung di Aula Balai Desa Kertawana. Kegiatan yang mengusung tema “Satu Aksi, Seribu Dampak : Sehatkan Generasi, Lestarikan Negeri” itu, dihadiri oleh, Staff Ahli Hukum dan Politik Setda Kabupaten Kuningan, Pemerintah Desa Kertawana, tokoh masyarakat serta mahasiswa IPPMK
Dalam Sambutannya, Kepala Desa Kertawana Juned menyampaikan apresiasi dan rasa terimakasih kepada IPPMK atas pelaksanaan kegiatan bakti sosial di wilayahnya. Secara umum ia menggambarkan teritorialnya, dimana Desa Kertawana memiliki 5 dusun, 27 RT, dan 5 RW.
“Kami berharap IPPMK dapat terus berkolaborasi dengan pemerintah desa dan sekolah-sekolah yang ada di Desa Kertawan, serta kehadiran IPPMK mampu memberikan dampak positif dan membawa kemajuan bagi desa,” ujarnya.
Senada, Staff Ahli Politik dan Hukum Setda Kabupaten Kuningan Agus Subakti, M.Si, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya ADISI 2026 dengan tema yang dinilai relevan dan visioner. Tema tersebut memiliki makna mendalam, mengingat Kabupaten Kuningan saat ini tengah menghadapai berbagai tantangan sekaligus peluang besar.
Tantangan tersebut meliputi persoalan kesehatan dengan solusi program pemeriksaan kesehatan gratis untuk lansia, serta tantangan lingkungan dengan solusi program biopori, hydroponic wick, dan pestisida untuk pemanfaatan barang bekas, ruang dan pelestarian lingkungan. Di sisi lain, Kabupaten Kuningan juga memiliki bonus demografi, di mana pemuda menjadi subjek utama dan penentu arah masa depan daerah.
Ia memuji IPPMK yang tidak hanya berperan sebagai agen perubahan, tetapi juga sebagai penggerak di tengah masyarakat, dengan menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan, manusia yang sehat jasmani dan rohani, berdaya saing, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap sesama. “Pemerintah daerah tidak dapat bergerak sendiri tanpa dukungan dan kesadaran masyarakat,” ucapnya.
ADISI disebut sebagai contoh aksi kecil yang mampu menimbulkan dampak besar dan diharapkan dapat terus berkelanjutan. Ia mengatakan, perubahan besar tidak dimulai dari kekuasaan, melainkan dari kepedulian. IPPMK diharapkan terus menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dan pengabdian, karena Kabupaten Kuningan tidak hanya membutuhkan orang-orang hebat, tetapi juga orang-orang yang peduli dan mau terlibat.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum IPPMK M. Imam Bahaudin menjelaskan bahwa IPPMK merupakan organisasi primordial yang mewadahi mahasiswa asal Kabupaten Kuningan yang menempuh pendidikan di wilayah Jabodetabek. IPPMK secara konsisten setiap tahun hadir dan mengambil peran dalam kegiatan kepedulian terhadap desa-desa di Kabupaten Kuningan melalui program bakti sosial.
Kegiatan ADISI bukanlah program baru, melainkan program tahunan sebagai wujud komitmen IPPMK dalam ngabdi ka lemah cai. Pada tahun 2026 ini, ADISI memfokuskan kegiatan pada bidang Kesejahteraan Sosial, Kesehatan, dan Lingkungan, dengan harapan mampu memberikan manfaat nyata serta mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan.
“Melalui ADISI 2026, IPPMK berharap dapat memperkuat sinergi antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan generasi yang sehat, peduli, dan berdaya, demi terwujudnya desa dan daerah yang lebih maju,” tuturnya. (eki)







