KUNINGAN (MASS) – Dua hari berturut-turut Kabupaten Kuningan dilanda cuaca ekstrem yang mengakibatkan puluhan kejadian pohon tumbang di sejumlah wilayah. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, sebanyak 17 desa terdampak peristiwa pohon tumbang akibat hujan deras dan angin kencang.
Pada Jumat (23/1/2026), hujan turun sejak pagi hingga malam hari. Sementara pada Sabtu (24/1/2026), angin dengan intensitas sedang hingga kencang terjadi sejak pagi sampai malam, sehingga meningkatkan risiko pohon tumbang di berbagai wilayah.
Kepala BPBD Kabupaten Kuningan Indra Bayu Permana menjelaskan, laporan kejadian pohon tumbang yang masuk ke BPBD maupun Pemadaman Kebakaran (Damkar) tercatat di 17 titik desa. Ia menyebut, tidak menutup kemungkinan terdapat kejadian lain yang ditangani langsung oleh pihak desa atau masyarakat secara mandiri.
“Berdasarkan data yang terlaporkan ke BPBD dan Damkar, ada 17 titik kejadian pohon tumbang. Di satu desa bisa terdapat satu hingga dua titik, bahkan ada yang sampai tujuh titik kejadian,” ujar Indra.
Indra menambahkan, dalam beberapa hari terakhir, terutama dua hari sebelumnya, cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai hujan menjadi faktor utama terjadinya pohon tumbang. Meski demikian, pihaknya memastikan tidak ada korban jiwa dalam seluruh kejadian tersebut.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, walaupun terdapat kerusakan rumah warga, mulai dari rusak ringan hingga sedang. Itu ada yang ditangani oleh BPBD dan Damkar dengan berkoordinasi bersama TNI, Polri, pihak desa, serta masyarakat,” tambahnya.
Selain pohon tumbang, BPBD juga mencatat adanya tiga titik kejadian tanah longsor yang terlaporkan selama cuaca ekstrem tersebut.
Indra menyampaikan, dari laporan pengaduan masyarakat kejadian pohon tumbang yang masuk ke BPBD dan Damkar tersebar di 17 wilayah, yaitu Babakanmulya Jalaksana, Manis Kidul, Cilowa, Kramatmulya, Kalapagunung, Gunungkeling, Cibentang, Gandasoli, Cirendang, Babakanreuma, Garawangi, Rajadanu, Bendungan-Sindang (jalan provinsi), Winduhaji-Makam Syekh Muhibat, Kasturi, Jalan M Hatta, dan Ciporang.
Sementara itu, kejadian pohon tumbang yang ditangani langsung oleh BPBD diantaranya Desa Babakanmulya, Jalaksana (dua titik), Kasturi, Winduhaji (Syekh Muhibat), Ciporang, Jalan Mohammad Hatta, Kalapagunung, Gunungkeling, dan Cirendang.
Adapun yang ditangani oleh Damkar berada di wilayah Babakanmulya Jalaksana, Manis Kidul, Cilowa, Kramatmulya, dan Kalapagunung. Menurutnya, data tersebut masih akan dikonfirmasi ulang.
Lebih lanjut, Indra juga menyampaikan penanganan kejadian pohon tumbang telah dilakukan selama dua hari dan hingga saat ini pembersihan lokasi sementara telah selesai.
Terkait kondisi cuaca ke depan, BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Berdasarkan informasi yang telah dipublikasikan oleh BMKG, potensi hujan disertai angin kencang diperkirakan masih akan berlangsung hingga 29 Januari, dan berpeluang berlanjut mengingat puncak musim hujan biasanya terjadi pada Januari hingga Februari.
“Kami mengimbau masyarakat untuk melakukan upaya mandiri seperti membersihkan lingkungan dan memangkas pohon-pohon yang berada di sekitar permukiman guna mengurangi risiko saat cuaca ekstrem,” pungkasnya. (didin)







