Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Kepala Bidang Kewirausahaan Pemberdayaan Profesi (KPP) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kuningan, Oman Rohman. (Foto: dok Oman)

Kesehatan

Guru Honorer Terpinggirkan di Tengah Pengangkatan P3K Program MBG

KUNINGAN (MASS) – Kepala Bidang Kewirausahaan Pemberdayaan Profesi (KPP) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kuningan, Oman Rohman, menyoroti ketimpangan kebijakan pemerintah terkait kesejahteraan tenaga pendidik, khususnya guru honorer, di tengah hadirnya program baru pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).

Oman mengungkapkan saat ini terdapat ketimpangan yang mencolok antara gaji guru honorer dengan tenaga baru pada program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG. Ia menyebutkan, tenaga MBG menerima gaji sekitar Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per hari, sementara guru honorer di sejumlah daerah hanya memperoleh sekitar Rp10 ribu per hari.

“Ini menimbulkan pertanyaan besar, apakah guru sudah tidak lagi memiliki arti di mata pemerintah?” ujar Oman, Kamis (15/1/2026).

Menurut Oman, kondisi tersebut semakin ironis mengingat banyak guru honorer telah mengabdi belasan hingga puluhan tahun tanpa kepastian status dan dengan penghasilan yang jauh dari kata layak.

Sementara itu, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025, sejumlah tenaga baru pada program SPPG MBG justru langsung diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), meskipun masa pengabdiannya belum genap satu tahun.

Ia menilai arah kebijakan tersebut tidak berpihak pada tenaga pendidik yang telah lama berjuang di lapangan. Pengangkatan tenaga baru tanpa disertai penyelesaian persoalan guru honorer dinilai menambah rasa kecewa dan ketidakadilan.

“Pemerintah sebenarnya mampu menggaji guru dengan lebih layak, namun kenyataannya tidak mau, dengan dalih efisiensi anggaran,” kata Oman.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran guru dalam pembangunan bangsa dengan menyinggung sejarah Jepang pada masa Kaisar Hirohito, yang menempatkan guru sebagai kunci kebangkitan negara melalui pendidikan dan pengetahuan.

“Kita melihat Indonesia hari ini seolah lebih mementingkan isi perut daripada isi otak. Padahal, program apa pun tidak akan berhasil tanpa keterlibatan guru,” tambahnya.

Oman menegaskan ketimpangan kebijakan tersebut berpotensi menurunkan semangat mengajar serta mencederai rasa keadilan sosial dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, ia mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk segera melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang telah dibuat.

Menurutnya, prioritas seharusnya diberikan kepada guru honorer yang telah berpengalaman dan terbukti memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan.

“Pendidikan yang maju tidak akan terwujud tanpa kesejahteraan guru. Sudah saatnya pengabdian panjang para guru honorer dibalas dengan kebijakan yang adil, manusiawi, dan berpihak pada mereka yang telah lama berjuang mencerdaskan anak bangsa,” tutup Oman. (didin)

Advertisement
Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Trending

You May Also Like

Headline

KUNINGAN (MASS) – Sebanyak 1.512 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah II dihentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Kebijakan tersebut merupakan hasil...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Pemerintah daerah Kabupaten Kuningan menargetkan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) ASN pada tanggal 12 sampai 13 Maret sudah dapat dibayarkan. Selain...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, beredar informasi mengenai daftar THR bagi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di lingkungan Dinas...

Nasional

KUNINGAN (MASS) – Adalah Sunaryati Hartono dalam bukunya ‘Politik Hukum Menuju Satu Sistem Hukum Nasional’ (1991), menyebutkan : “politik hukum nasional Indonesia tidak berdiri...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Agung Adiatna, pengamat sosial, mengungkapkan pandangannya tentang program Makanan Bergizi (MBG) yang menjadi salah satu program strategis pemerintah, kala diwawancara dengan...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Ketua Satgas MBG Kabupaten Kuningan, U Kusmana hingga kini belum memberikan keterangan ketika dimintai pendapat mengenai layak atau tidak layaknya menu...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Menu MBG yang terlihat pada gambar memperlihatkan sajian yang sangat sederhana dari salah satu dapur di Kecamatan Darma yang berlokasi di...

Kesehatan

JAKARTA (MASS) – Beredar isu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto akan dihentikan usai Hari Raya Idul Fitri. Kabar tersebut...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Dalam rangka memperingati milangkala ke-10 (satu dekade), Kuninganmass menggelar lomba foto Menu MBG (Makan Bergizi Gratis) yang terbuka bagi seluruh warga...

Kesehatan

KUNINGAN (MASS) – Menanggapi suspend atau penghentian sementara operasional puluhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah wilayah, Korwil SPPI Kabupaten Kuningan Nisa Rahmi,...

Kesehatan

SURAKARTA (MASS) – Masyarakat kini dapat menyampaikan aduan terkait pelaksanaan program MBG melalui kanal Sahabat Sentra Aduan Gizi Indonesia (SAGI) 127. Layanan ini disediakan...

Headline

JAKARTA (MASS) – Temuan roti berjamur, buah busuk dan berbelatung, lauk basi, telur mentah atau busuk, hingga menu yang dinilai tidak sesuai standar kualitas...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Adanya indikasi roti buah berjamur pada menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Garawangi yang informasinya menyebar via aplikasi chat,...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Ketua DPRD Kabupaten Kuningan Nuzul Rachdy SE sangat menyesalkan terhadap tata kelola Makanan Bergizi Gratis di Kabupaten Kuningan. Pasalnya, berbagai kasus...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Program Makan Bergizi (MBG) dirancang untuk menjamin pemenuhan standar gizi, kualitas bahan makanan, serta pengelolaan anggaran yang efisien sesuai dengan petunjuk...

Nasional

JAKARTA (MASS) – Anggaran bahan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan bukan sebesar Rp15.000 per porsi. Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan, alokasi...

Kesehatan

KUNINGAN (MASS) – Pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan di Kabupaten Kuningan dipastikan tetap berjalan dengan menu kering untuk penerima manfaat di...

Kesehatan

KUNINGAN (MASS) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak sekolah, ibu hamil, ibu...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Negara hukum (Rechtstaat) bukan sekadar negara yang memiliki aturan, melainkan negara yang mampu mendistribusikan keadilan secara proporsional. Dalam APBN 2026, pemerintah...

Kesehatan

KUNINGAN (MASS) – Dalam survey Jamparing Research (JR), lembaga penelitian asal Kabupaten Kuningan, menunjukkan respon terhadap program MBG, belum meyakinkan. Pasalnya, meski lebih dari...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Kuningan angkat bicara perihal skema rekrutmen “relawan” dalam Program Makan...

Kesehatan

JAKARTA (MASS) – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan pelayanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilaksanakan selama Ramadan serta masa libur dan cuti bersama...

Kesehatan

KUNINGAN (MASS) – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pelita Jiwa Mandiri Kasturi, Kabupaten Kuningan, yang baru beroperasi selama tiga minggu, mendapat kunjungan kerja...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Kuningan, menyarankan pengurasan kolam keramat Balong Girang Cigugur, pasca mati massalnya ikan dewa. Saran tersebut...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Pasca viralnya video siswa “sisihkan” menu MBG di sekolah, Satgas MBG tingkat Kecamatan Ciawigebang Camat R Imam Reafdiantoro M Si, melalui...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Di atas kertas, Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah salah satu program paling menjanjikan dalam dunia pendidikan. Gagasannya sederhana, tetapi kuat: memastikan...