Yayasan Husnul Khotimah Gelar Orientasi Mandalam bagi Pegawai Baru

KUNINGAN (MASS) – Divisi Human Resource Development (HRD) dan Personalia Yayasan Husnul Khotimah Kuningan menyelenggarakan kegiatan Orientasi Pegawai Baru yang diikuti oleh 60 pegawai. Kegiatan ini bertujuan membekali peserta dengan pemahaman tentang struktur kelembagaan, budaya kerja, tata kelola organisasi, serta nilai-nilai pengabdian sebagai bekal menjalankan amanah di lingkungan Yayasan Husnul Khotimah Kuningan.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Yayasan Husnul Khotimah Kuningan, KH. Mu’tamad, Lc., M.Pd. Dalam sambutannya, ia mengucapkan selamat datang kepada seluruh pegawai baru dan mengajak mereka meluruskan niat dalam mengabdi. Menurutnya, bergabung di Yayasan Husnul Khotimah bukan sekadar mencari pekerjaan, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar meraih ridha Allah SWT melalui amanah di lembaga pendidikan Islam.

Mu’tamad juga menegaskan bahwa Yayasan Husnul Khotimah merupakan lembaga milik umat yang keberlangsungannya sangat bergantung pada kepercayaan masyarakat. Karena itu, setiap pegawai dituntut menjaga amanah, memahami gagasan dasar lembaga yang berpegang pada manhaj ahlus sunnah wal jamaah, serta terus meningkatkan ilmu, kompetensi, dan kualitas diri agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada umat.

Dalam sesi pengenalan kelembagaan, Ketua I Yayasan, H. Maman Kurman, S.H., menyampaikan sejarah berdirinya Pondok Pesantren Husnul Khotimah beserta cita-cita luhur para pendirinya sebagai fondasi perjuangan yang harus terus dijaga oleh seluruh pegawai.

Selanjutnya, Sekretaris Yayasan, H. Asep Saputra, menjelaskan struktur organisasi beserta fungsi kesekretariatan yang meliputi administrasi surat-menyurat, protokoler, serta pelayanan kepada para pemangku kepentingan (stakeholder) yayasan. Sementara itu, Bendahara Yayasan, Dr. Mulyana Saleh, M.Pd., memaparkan peran strategis bendahara dalam pengendalian dan pelaporan keuangan sebagai wujud akuntabilitas dan transparansi pengelolaan yayasan.

Pembekalan juga diberikan oleh para pimpinan. Mudir Ma’had Husnul Khotimah 1, Kiai Mulyadin, Lc., M.H., mengajak seluruh pegawai untuk menyelaraskan niat dan memantaskan diri menjadi bagian dari yayasan melalui proses pembinaan santri yang berlandaskan dakwah dan tarbiyah. Senada dengan itu, Mudir Ma’had Husnul Khotimah 2, KH. Fauzi M. Ali, Lc., mengingatkan agar setiap pegawai tidak bertanya apa yang akan diperoleh dari Husnul Khotimah, melainkan apa yang dapat diberikan demi kemajuan lembaga.

Semangat pengabdian juga ditekankan oleh Kepala Divisi Perguruan Tinggi, Dr. Mu’alim, MA., yang mengajak seluruh pegawai untuk “menghidup-hidupi Husnul Khotimah, bukan sekadar mencari kehidupan di Husnul Khotimah.”

Sementara itu, Kepala Divisi Ekonomi dan Usaha, Didin Mulyanto, S.E., M.Si., menjelaskan peran divisinya sebagai support system yayasan dalam mewujudkan Grand Design 50 Tahun Husnul Khotimah sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan sumber daya manusia. Dari aspek fasilitas, Kepala Divisi Sarana, H. Supriyadi, M.Pd., memaparkan tanggung jawab divisinya dalam penyediaan, pemeliharaan sarana dan prasarana, serta mewujudkan lingkungan Husnul Khotimah yang aman, nyaman, rapi, dan asri.

Materi kepegawaian disampaikan oleh Kepala Divisi HRD dan Personalia, H. Sanwani, S.H., yang menjelaskan aturan kepegawaian, budaya kerja IKHLAS, serta target yang ingin dicapai melalui program orientasi sebagai bekal bagi setiap pegawai baru dalam menjalankan tugas secara profesional.

Pembinaan kepribadian muslim disampaikan oleh Kepala Divisi Humas dan Dakwah, KH. Imam Nur Suharno, M.Pd.I., yang membagikan pengalaman pengabdiannya sejak tahun 1995. Dalam kesempatan tersebut dirinya memperkenalkan konsep KATANA, yaitu Kasbul Ma’isyah (mencari nafkah), Tanmiyatul Kafa’ah (pengembangan kompetensi), dan Nasyrud Dakwah (menyebarkan dakwah). Ketiga nilai tersebut menjadi fondasi pembinaan insan Husnul Khotimah agar mampu menyeimbangkan profesionalisme, peningkatan kualitas diri, dan pengabdian kepada umat.

Para pegawai juga diingatkan bahwa setiap insan Husnul Khotimah memiliki dua peran, yaitu sebagai Humas sekaligus Da’i. Karena itu, mereka dituntut menjaga akhlak, menjadi teladan, membangun hubungan baik dengan masyarakat dan santri, serta senantiasa membawa nama baik lembaga di mana pun berada. Seluruh pegawai juga diwajibkan mengikuti kegiatan halaqah dan tarbiyah secara rutin sebagai sarana pembinaan ruhiyah dan penguatan karakter.

Melalui kegiatan orientasi ini, Yayasan Husnul Khotimah Kuningan berharap seluruh pegawai baru memahami visi, budaya organisasi, sistem kerja, dan nilai-nilai perjuangan lembaga sehingga mampu menjalankan amanah secara profesional, terus meningkatkan kompetensi, serta memberikan kontribusi terbaik dalam mewujudkan generasi rabbani dan Qur’ani. (deden/AB)