Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Education

Warga Desa “Menangis” Saat Santri Husnul Balik Ke Pondok

KUNINGAN (MASS) – Sebanyak 42 desa yang tersebar di 4 Kecamatan seperti Ciwaru, Karangkancana, Maleber dan Meleber dibuat “menangis” haru oleh para santri Husnul Khotimah, Minggu (9/10/2022) kemarin.

Pasalnya, setelah selama 2 minggu (26 Sept – 9 Okt 2022) para santri Husnul Khotimah bergaul, belajar dan mengabdi pada masyarakat dalam kegiatan PDPM (Praktek Dakwah dan Pengenalan Masyarakat). Santri akhirnya berpamitan dan kembali ke pondok.

Adapun, acara PDPm sendiri diikuti secara khusus oleh kelas 12 Aliyah HK. Acara ini, merupakan salah satu syarat kelulusan santri Husnul Khotimah, diluar syarat kelulusan yang lainnya seperti menghafalkan 5 juz Al Quran, 42 Hadits Arbain, pidato 3 bahasa, dan nilai akademik serta akhlak yang baik.

PDPM tahun ini, merupakan yang gelaran ke-23. Kegiatan, diikuti oleh 697 santriwan dan satriwati Husnul Khotimah angkatan ke-26. Satu desa, diisi sekitar 17 santri. Sebelumnya, mereka juga dibekali berbagai disiplin ilmu.

Dalam PDPM ini, sektor pendidikan jafi program unggulan. Setiap kelompok melaksanakan program mengajar di desa yang ditempayi, mulai dari mengajar TK, PAUD, TPA, SD, SMP bahkan hingga SMA.

Selain mengajar, banyak juga program-program menarik yang para santri lakukan di setiap desa mereka; seperti lomba-lomba, fashion show, bazaar murah, pesta rakyat dan lain-lain.

Para santri, juga turut bekerja sama dengan para pemuda dan para perangkat desa dalam melaksanakan setiap program yang digelar oleh santri.

Di dua hari terakhir, mereka melakukan penutupan dengan acara yang meriah. Seperti yang diperlihatkan para santri yang menggelar PDPM di Desa Sukasari Kecamatan Karangkancana.

Hal itu juga diutarakan santri Husnul Khotimah Mufid Khalilullah. Santri di Desa Sukadari, menutup acara dengan kegiatan seharian penuh.

Pagi hari, dimulai dengan senam pagi dan jalan santai keliling desa dengan warga. Dibagikan juga doorprize yang dibagikan ke warga, mulai dari paket-paket sembako sampai dengan alat masak dan kipas angin.

Selain itu, diadakan juga baazar murah yang menjual berbagai sembako serta pakaian bekas dengan harga yang sangat murah.

“Ambil contoh, pakaian-pakaian bekas dari harga 5000 rupiah dan telur per setengah kilo dengan harga hanya 8000 saja. Tentu hal ini sangat menarik antusiasme masyarakat Desa Sukasariz hari itu lebih dari 300 masyarakat desa turut berpartisipasi dalam rangkaian acara yang digelar,” sebutnya.

Di hari terakhir, para santri juga berpamitan dengan seluruh lapisan waha setempat. Mereka, dilepas haru oleh warga setempat dalam perpisahan sebelum akhirnya bertolak ke pondok. (eki)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

You May Also Like

Advertisement