KUNINGAN (MASS) – Jum’at pagi yang cerah, 16 Januari 2026, GSG Usamah bin Zaid Pondok Pesantren Husnul Khotimah dipenuhi semangat dan antusiasme santri kelas XII putra dan putri. University Expo 2026 resmi digelar sebagai ikhtiar bersama dalam membuka wawasan santri mengenai dunia perguruan tinggi dan masa depan pendidikan.
Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus ISLAH Pusat, alumni Husnul Khotimah dari berbagai universitas ternama di Indonesia, serta seluruh santri kelas XII Madrasah Aliyah. Pembukaan expo ditandai dengan pemukulan gong oleh Mudir Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Kiai Mulyadin, Lc., M.H.
Dalam keterangannya, Kiai Mulyadin menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada alumni angkatan ke-27 yang tergabung dalam ISLAH atas inisiatif dan kontribusi nyata mereka dalam melanjutkan tradisi kebaikan di pesantren.
“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada alumni angkatan 27 (ISLAH) yang telah melaksanakan sunah hasanah dengan menyelenggarakan University Expo bagi adik-adik kelas XII. Semoga setiap ikhtiar dan pengorbanan dibalas Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan pahala yang berlipat ganda,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa kelas XII merupakan masa transisi yang sangat menentukan. Oleh karena itu, University Expo menjadi salah satu wasilah lembaga untuk memperluas cakrawala santri agar lebih memahami realita kehidupan kampus yang akan mereka hadapi ke depan.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Madrasah Aliyah Husnul Khotimah, Ustadz Danni Abdurahman, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara pesantren dan alumni.
“Alhamdulillah, Grand Opening University Expo yang dihadiri oleh perwakilan sekitar 40 perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari ke depan dengan beragam agenda edukatif,” jelasnya.
Sementara itu, Amar Gozi Mulyasar, selaku Steering Committee University Expo 2026, menyampaikan bahwa expo ini dirancang untuk memberikan gambaran nyata kepada santri kelas XII tentang kehidupan perguruan tinggi dan jalur masuk kampus.
“Selama tiga hari, adik-adik santri akan mengikuti berbagai kegiatan seperti seminar sosialisasi marhalah, stand perguruan tinggi, serta parade ISLAH daerah. Harapannya, santri mendapatkan gambaran utuh sebelum menentukan pilihan masa depan,” ujarnya.
Kegiatan ini juga diisi dengan sesi berbagi inspirasi dari alumni. Salah satunya Muhammad Athif, alumni Husnul Khotimah angkatan ke-27 yang saat ini menempuh pendidikan di Politeknik Perkeretaapian Indonesia, Kementerian Perhubungan. Ia membagikan pengalaman perjuangannya menembus sekolah kedinasan.
“Saya memulai tekad masuk sekolah kedinasan sejak kelas XII. Alhamdulillah, meski sempat gagal di beberapa seleksi, akhirnya Allah mengizinkan saya berhasil pada percobaan kelima. Ini mengajarkan bahwa selain ikhtiar maksimal, kita juga harus selalu melibatkan Allah dalam setiap langkah,” tuturnya.
Melalui University Expo 2026, Pondok Pesantren Husnul Khotimah berharap santri kelas XII tidak hanya mendapatkan informasi kampus, tetapi juga motivasi, keyakinan, dan arah yang jelas dalam melangkah menuju masa depan, dengan tetap berlandaskan nilai iman, ilmu, dan adab. (didin)










