Dinsos Seleksi Pilar-pilar Sosial Berprestasi

KUNINGAN (MASS) – Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat pada tanggal 8-9 Mei 2018 menggelar kegiatan Seleksi dan Orientasi Pilar-pilar Sosial Berprestasi tingkat Provinsi. Acara ini digelar  Hotel Garden Permata Bandung Jawa Barat.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat Aripin Harun menyampaikan pelaksanaan kegiatan ini tujuannya adalah untuk meningkatkan kwalitas sumber daya para peserta. Nantinya bila terpilih sebagai pemenang akan diikutsertakan dalam seleksi tingkat nasional tahun 2018.

Diterangkan, tiap Kabupaten/Kota mengirimkan peserta terdiri dari PSM, TKSK, LKS dan karang taruna. Para peserta yang mengikuti seleksi tingkat Provinsi berjumlah  12 Kabupaten/ Kota.

Ke 12 kota/kabupten itu  terdirid dari  Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Karawang. Lalu,  Kabupaten Garut, Kota Bekasi, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bogor, Kota Depok. Selain itu juga Kabupaten Tasik, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung.

“Untuk  Tim Penyeleksi berjumlah 4 orang. Mereka berkeja profesional sehingga keluarlah juara,” ujarnya.

Diterangkan, untuk kategori PSM Juara I adalah  Dra Estiningrum dari Kota Cirebon, Juara II  Teti Maryati Kota Bogor dan Juara 3  Eti Surati Kabupaten Cirebon. Sedangkan kategori TKSK adalah Juara 1 Sa’adah dari Kabupaten Sukabumi, Juara II  Raji asal Kabupaten Cirebon dan  jaura III Dwijuli dari  Kabupaten Tasik.

Sementara untuk kategori LKS juara dsiebat oleh Al Kamila Kota Depok, Juara II  Aura Terindah Kabupaten Sukabumi dan terakhir Juara III  Al Ihya dari Kota Bekasi. Kuningaan sendiri tidak ada yang menjadi pemenang meski ikut mengirimkan.

Mengenai hasil karang taruna menunggu hasil verifikasi dilapangan. Dan nanti juaranya akan diumum seteleh beres verifiaksi.

Terpisah, wakl PSM dari Kuningan salah satunya adalah Eyo Tarya. Ia mengatakan, meski tidak berlanjut mengikuti seleksi tingkat nasional. Namun bersyukur karena banyak ilmu yang diperoleh.

|Alhamdulillah saya bersyukur sudah dapat mengikuti tes di tingkat Provinsi dan ini bagi saya adalah pembelajaran untuk dapat meningkatkan tugas fungsi sebagai PSM dan bukan berarti gagal namun sebuah keberhasilan yang tertunda,” ujarnya. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com