KUNINGAN (MASS) – Penomena ulat bulu yang bersarang di pohon jati putih di Desa Pagundan, Kecamatan Lebakwangi, mulai meresahkan warga. Populasi ulat bulu yang terus meningkat tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat sekitar.
Keberadaan ulat bulu itu disampaikan oleh Diding Sumardi (55), warga RT 04 RW 01 Desa Pagundan, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan, Minggu (8/2/2026) pagi. Ia melaporkan hal tersebut ke UPT Damkar Kuningan untuk evakuasi.
Kepala UPT Damkar Kuningan, Andri Arga Kusumah, menjelaskan ulat bulu yang bersarang di pohon jati putih di depan rumah pelapor kian hari semakin banyak. Kondisi itu telah mencapai tahap mengkhawatirkan karena ulat-ulat tersebut masuk ke dalam rumah melalui bentangan kabel dan terbawa angin.
Menurutnya tak hanya itu, ulat-ulat juga berjatuhan dan mengenai pengendara sepeda motor yang melintas di bawah pohon tersebut. Hal tersebut dianggap beresiko kecelakaan.
“Situasi ini berisiko menimbulkan iritasi kulit dan potensi kecelakaan lalu lintas, sehingga pemilik rumah berinisiatif menghubungi UPT Pemadam Kebakaran untuk meminta bantuan pemusnahan secara menyeluruh demi keamanan bersama,” ujar Andri.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Andri menugaskan empat anggota piket Regu 1 UPT Damkar untuk melakukan pemusnahan. Proses penanganan berlangsung selama kurang lebih 1 jam 40 menit dengan metode pembakaran sarang ulat dari atas pohon menggunakan gas dan besi panjang, kemudian dilanjutkan dengan penyemprotan cairan insektisida.
Andri mengungkapkan pemusnahan sempat mengalami kendala karena posisi sarang ulat berada di dahan pohon yang cukup tinggi dan sulit dijangkau. Namun, petugas berhasil mengatasi hambatan tersebut dengan teknik pembakaran terarah dan penyemprotan insektisida secara menyeluruh guna memastikan tidak ada sisa ulat yang dapat berkembang kembali.
Menurutnya, jika tidak segera ditangani, keberadaan ulat bulu tersebut dikhawatirkan dapat mengancam kesehatan dan keselamatan warga. Selain berisiko menyebabkan iritasi kulit dan reaksi alergi, populasi ulat yang tidak terkendali juga berpotensi membahayakan pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi. (didin)







