KUNINGAN (MASS) – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Desa Nusaherang, Kecamatan Nusaherang mengakibatkan tembok penahan tanah (TPT) longsor. Akibatnya di sekitar tempat usaha warga mengalami kerusakan dan bangunan warung nasi terancam terbawa longsor.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu (11/3/2026) di Dusun Wage RT 2 RW 2, Desa Nusaherang. Saat itu wilayah tersebut diguyur hujan mulai pukul 17.00 hingga 20.30 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, menyampaikan peristiwa tersebut dipicu oleh hujan yang mengguyur wilayah tersebut sejak sehari sebelumnya.
“Pada saat itu terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat, Selain itu debit air Sungai Cisanggarrung meningkat sehingga mengakibatkan TPT di lokasi tempat usaha mengalami longsor,” ujar Indra.
Ia menyebutkan, TPT yang mengalami longsor berukuran panjang sekitar 10 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 4 meter. Kondisi tersebut, menurutnya membuat warung nasi milik seorang warga setempat terancam terbawa longsor apabila tidak segera dilakukan penanganan.
Warung nasi tersebut diketahui milik Iyus (65), warga Haurkuning yang tinggal bersama satu kepala keluarga berjumlah dua jiwa.
Penanganan darurat dilakukan oleh BPBD Kabupaten Kuningan bersama aparat desa berkoordinasi dengan pihak kecamatan, TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya. BPBD juga telah mengirimkan tim assessment untuk melakukan pendataan dan peninjauan langsung ke lokasi kejadian.
BPBD menyebut kebutuhan mendesak saat ini adalah perbaikan tembok penahan tanah (TPT). Sementara langkah lanjutan penanganan akan dikoordinasikan bersama pemerintah desa dan pihak terkait lainnya guna mencegah longsor susulan yang dapat membahayakan bangunan di sekitarnya. (didin)

















