KUNINGAN (MASS) – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pelita Jiwa Mandiri Kasturi, Kabupaten Kuningan, yang baru beroperasi selama tiga minggu, mendapat kunjungan kerja Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Akhmad Wiyagus.
Pada kunjungan itu, Wamendagri didampingi Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Wakil Bupati Tuti Andriani, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Percepatan Program MBG. Kegiatan berlangsung pada Jumat (6/2/2026), usai pembukaan agenda Retret Eselon III Pemerintah Kabupaten Kuningan.
Owner SPPG Pelita Jiwa Mandiri Kasturi, Cecep Hendie, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kuningan atas kepercayaan yang diberikan sehingga dapur SPPG Kasturi menjadi lokasi kunjungan kerja Wamendagri.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kuningan, khususnya Bapak Bupati dan Bapak Sekda selaku Ketua Satgas Percepatan Program MBG, atas kepercayaannya mengarahkan kunjungan kerja Bapak Wamendagri ke dapur SPPG Kasturi 2 ini,” ujar Cecep.
Ia berharap, dengan adanya kunjungan tersebut, dapur SPPG Kasturi dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan sesuai standar yang telah ditetapkan.
“Walaupun tadi disampaikan bahwa dapur ini sudah sesuai standar, kami tetap akan berupaya untuk terus meningkatkan kualitas. Karena SPPG ini ditujukan untuk kemajuan generasi penerus dan para penerima manfaat,” tambahnya.
Terkait hasil peninjauan, Cecep menyebut Wamendagri menilai operasional dapur SPPG Kasturi sudah berjalan dengan baik dan sesuai standar. Wamendagri juga memberikan masukan agar pengelola lebih aktif memanfaatkan media untuk menyampaikan informasi kepada publik.
“Pak Wamendagri menyarankan agar menu dan kandungan gizi yang disajikan dapat dipublikasikan melalui media, mengingat saat ini sudah masuk era digital. Alhamdulillah, untuk hal tersebut sudah kami laksanakan,” jelasnya.
Saat ini, SPPG Pelita Jiwa Mandiri Kasturi melayani sekitar 1.900 penerima manfaat. Jumlah tersebut dilakukan secara bertahap sesuai ketentuan, dari 1.000 penerima manfaat pada pekan pertama, 1.500 pada pekan kedua, hingga mendekati 2.000 pada pekan ketiga.
Cecep menambahkan, pihaknya secara rutin melakukan monitoring ke sekolah-sekolah dan penerima manfaat untuk menerima masukan dan saran terkait menu yang disajikan.
“Kepuasan kami adalah ketika ompreng kembali dalam kondisi kosong atau sisa makanan sangat sedikit. Itu menandakan makanan dapat diterima dengan baik oleh para penerima manfaat,” ujarnya.
Lebih lanjut, menurutnya bupati juga menyampaikan hal yang sama dengan Wamendagri yakni agar pengelolaan dapur SPPG Kasturi terus dipertahankan dan ditingkatkan, khususnya dari aspek kebersihan, peralatan, serta manajemen pengelolaan. (didin)








