KUNINGAN (MASS) – Seorang mahasiswa asal Aceh, Azhari, terpaksa menetap lebih lama di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, setelah akses jalan menuju kampung halamannya di Desa/Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur, terhambat akibat bencana banjir.
Azhari sebelumnya datang ke Kuningan untuk melaksanakan Praktik Lapangan 2 (PL2) di Dusun Cikopo, Desa Cibinuang. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program perkuliahan yang dijalaninya di semester 8. Kampus utamanya yaitu Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) berada di Jakarta, dan praktik lapangan itu berkaitan dengan budidaya ikan dewa.
Ia menjelaskan, pelaksanaan PL2 berlangsung sejak Juli hingga November 2025. Pada awal keberangkatan, Azhari datang bersama beberapa rekannya untuk melaksanakan praktik di lokasi tersebut.
Namun, hingga kini Azhari belum dapat kembali ke kampung halamannya. Bencana banjir yang melanda wilayah Aceh menyebabkan akses transportasi terhambat, sehingga perjalanan pulang menjadi sulit.
“Untuk keluarga alhamdulillah aman. Kalau kampung saya di dataran tinggi tidak terdampak, yang kena banjir itu kampung di bawah. Disana akses jalan dan segala macam terputus,” ujar Azhari saat ditemui, Sabtu (3/1/2026).
Ia menambahkan, komunikasi dengan keluarga tetap dilakukan, meski terkendala jaringan. Di wilayah tersebut, warga mengandalkan jaringan WiFi karena sinyal telepon tidak stabil.
“Komunikasi sama keluarga sudah ada tapi terkendala sinyal. Di sana menggunakan WiFi,” katanya.
Menurutnya saat ini, kegiatan perkuliahan masih dalam masa libur. Meski demikian, Azhari mengaku belum bisa pulang karena kondisi banjir yang belum sepenuhnya surut serta tingginya biaya perjalanan, terutama karena harus menggunakan transportasi udara.
“Untuk sekarang belum bisa pulang karena di sana masih banjir, dan ongkos ke sana juga mahal,” jelasnya.
Sejak masa praktik lapangan selesai pada November 2025, Azhari tinggal bersama warga setempat bernama Dodo Afda di Dusun Cikopo. Selama menetap, kebutuhan tempat tinggal, makan, dan minum ditanggung bersama pemilik rumah.
Sementara itu, Dodo Afda yang terus memberikan dukungan penuh kepada Azhari agar tetap semangat menyelesaikan kewajiban kuliahnya.
“Saya berharap Azhari tetap semangat dan bisa menyelesaikan tugas-tugas kuliahnya. Semoga ilmu budidaya ikan yang didapat bisa diterapkan di daerah asalnya,” ujar Dodo.
Ia juga berharap ada bantuan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, mengingat biaya kepulangan Azhari cukup besar karena harus menggunakan pesawat.
“Kalau ada yang ingin membantu, bisa langsung ke Azhari di Dusun Cikopo, Desa Cibinuang. Mudah-mudahan juga pemerintah bisa ikut membantu,” pungkasnya. (didin)










