CIREBON (MASS) – Peran mahasiswa dalam membantu memajukan masyarakat di desa kembali ditunjukkan lewat aksi di lapangan. Kali ini, seorang mahasiswi asal Kuningan, mengintegrasikan ilmu perkuliahan dengan kebutuhan riil warga desa.
Salah satu mahasiswi Prodi Pengembangan Masyarakat Islam, FDKI, UIN SSC Koriatun Ainun. Yang mengemas kegiatan sosialnya lewat dua program, yaitu IMK Ngabdi dan Pengabdian Masyarakat HIMAPMI.
“Iya saya aktif untuk mengabdi di program sosial IMK Ngabdi dan Pengabdian Masyarakat HimaPMI,” tuturnya kepada kuninganmass.com Jum’at (26/6/2026).
Seluruh rangkaian kegiatan turun ke jalan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menariknya, aktivitas pengabdian mandiri tersebut kini diajukan sebagai bagian dari proses rekognisi atau penyetaraan Kuliah Kerja Nyata (KKN) resmi dari pihak kampus.
“Dalam rangka implementasi tri darma pergurua tinggi alhamdulillah bisa terus konsisten, ini juga sebagai bentuk rekognisi penyetaraan KKN,” tambahnya.
Lewat program IMK Ngabdi, Ainun bersama timnya fokus pada sektor pendidikan dan bantuan sosial. Mereka rutin menggelar sosialisasi bersama aparat desa, membagikan bantuan sosial, hingga memberikan pendampingan belajar bagi anak-anak di sekolah dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ).
“Dalam rangkaiannya saya bersama tim memberikan pendampingan bagi berbagai anak-anak di TPQ dan madrasah desa setempat,” tandasnya.
Termasuk mengaktifkan kembali Taman Bacaan Masyarakat (TBM) serta menggelar berbagai workshop pendidikan dan pelatihan keterampilan. Menggalakkan program literasi lewat lapak buku gratis dan pendampingan bagi pelaku UMKM lokal. Aksi ini juga dikombinasikan dengan pelayanan kesehatan gratis, bakti sosial, serta pemutaran film edukatif.
“saya juga mengaktifkan TBM, workshop Pendidikan, dan melakukan pendampingan bagi UMKM lokal, selain itu sebagai mahasisiwa, warga, dan pemerintah desa setempat kini menjadi semakin harmonis,” pungkasnya. (raqib)