Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Ilustrasi sekolah.

Netizen Mass

Tantangan Pendidikan Sekolah Dasar Negeri dan Implikasinya terhadap Tren Keminatan Masyarakat

KUNINGAN (MASS) – Pendidikan Sekolah Dasar Negeri (SDN) merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter, kemampuan akademik, serta keterampilan sosial peserta didik. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, tren keminatan masyarakat terhadap SDN menunjukkan dinamika yang cukup kompleks. Di satu sisi, SDN tetap menjadi pilihan utama karena aksesibilitas dan biaya yang terjangkau, tetapi di sisi lain, sebagian orang tua mulai mempertimbangkan sekolah swasta akibat berbagai persoalan mendasar dalam penyelenggaraan pendidikan dasar negeri.

Salah satu masalah pokok pendidikan di SDN adalah kualitas pembelajaran yang belum merata. Perbedaan kompetensi guru, keterbatasan pelatihan berkelanjutan, serta beban administrasi yang tinggi seringkali mengurangi optimalisasi proses pembelajaran. Hal ini berdampak pada rendahnya inovasi pembelajaran dan kurangnya pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa. Akibatnya, minat orang tua terhadap SDN di beberapa daerah menjadi menurun karena dianggap kurang mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.

Masalah-masalah Pokok Pendidikan dan Upaya Penyelesaiannya dalam Mendeskripsikan Tren Keminatan Sekolah Dasar Negeri

Menurut saya, tren keminatan belajar siswa di sekolah dasar negeri saat ini masih menjadi masalah yang perlu diperhatikan. Banyak pembelajaran yang berjalan kurang menarik sehingga siswa mudah merasa bosan dan kurang antusias saat belajar.

Masalah tersebut, menurut saya, tidak lepas dari metode pembelajaran yang masih monoton serta keterbatasan sarana pendukung di sekolah. Jika kondisi ini terus dibiarkan, minat belajar siswa akan sulit berkembang secara optimal.

Oleh karena itu, menurut saya, guru dan sekolah perlu melakukan upaya sederhana namun konsisten, seperti membuat pembelajaran lebih variatif, melibatkan siswa secara aktif, dan memanfaatkan media pembelajaran yang ada. Dengan upaya tersebut, keminatan belajar siswa di sekolah dasar negeri dapat meningkat secara bertahap.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, upaya penyelesaian yang strategis perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Pertama, peningkatan kualitas guru melalui pelatihan berbasis kebutuhan, penguatan kompetensi pedagogik, dan pengurangan beban administrasi harus menjadi prioritas. Guru yang profesional dan inovatif akan mampu menciptakan pembelajaran yang menarik, sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap SDN.

Kedua, pemerintah dan sekolah perlu mengoptimalkan pemanfaatan sarana prasarana yang ada, termasuk penggunaan teknologi sederhana namun efektif. Kolaborasi dengan komite sekolah, masyarakat, dan dunia usaha juga dapat menjadi solusi untuk mendukung perbaikan fasilitas pendidikan secara bertahap.

Ketiga, SDN perlu mengembangkan pendekatan pembelajaran holistik yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga pengembangan karakter, keterampilan sosial, serta minat dan bakat siswa. Program ekstrakurikuler yang aktif dan terarah dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat dan meningkatkan tren keminatan terhadap SDN.

Harapannya, Sekolah Dasar Negeri mampu bertransformasi menjadi satuan pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik di era perkembangan global. Melalui penguatan profesionalisme guru, pemerataan kualitas sarana prasarana, serta penerapan pembelajaran yang berpusat pada siswa, SDN diharapkan tidak hanya menjadi pilihan karena faktor ekonomi, tetapi juga karena mutu dan relevansi pendidikannya.

Selain itu, sinergi yang kuat antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan ekosistem pendidikan dasar yang kondusif dan berkelanjutan. Dengan demikian, Sekolah Dasar Negeri ke depan diharapkan mampu melahirkan generasi yang berkarakter, kompeten, dan sekaligus menguatkan kembali kepercayaan serta minat masyarakat terhadap pendidikan dasar negeri.

Penulis: Naya, Mamah, dan Tiara
PGSD 1KRY, Pedagogika, angkatan 2025 – UM Kuningan

Advertisement
Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Trending

You May Also Like