KUNINGAN (MASS) – Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Husnul Khotimah (STISHK) Kuningan menyelenggarakan kegiatan pembekalan untuk peserta Kuliah Pengabdian Mahasiswa (KPM) Tahun 2026 pada Sabtu (1/8/2026) di Aula STISHK Kuningan. Kegiatan ini menjadi bekal bagi mahasiswa sebelum diterjunkan ke masyarakat dalam program KPM yang akan berlangsung pada 3–31 Agustus 2026.
Mengusung tema “Dari Mahasiswa untuk Masyarakat: Desa Bertakwa, Berdaya, dan Sejahtera”, KPM STISHK Kuningan tahun ini akan dilaksanakan di enam desa di wilayah Kecamatan Kalimanggis yaitu Desa Kalimanggis Wetan, Desa Kalimanggis Kulon, Desa Kertawana, Desa Cipancur, Desa Partawangunan, dan Desa Wanasaraya.
Ketua STISHK Kuningan, Assoc. Prof. Dr. Mualim, S.Pd.I., M.A., dalam kesempatan itu menyampaikan materi tentang “Kecerdasan Sosial sebagai Bekal Pengabdian kepada Masyarakat”. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya membangun kecerdasan sosial sebagai bekal utama mahasiswa dalam berinteraksi dengan masyarakat.

Mahasiswa, lanjutnya, tidak hanya dituntut memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga mampu menjalin komunikasi yang baik, membangun kepedulian, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di lokasi KPM. Ia juga menegaskan bahwa pengabdian masyarakat perlu dibangun di atas keseimbangan antara Hablum Minallah dan Hablum Minannas.
“Hubungan dengan Allah menjadi landasan terbentuknya kecerdasan spiritual (spiritual intelligence) yang tercermin dalam kesalehan personal, sedangkan hubungan dengan sesama melahirkan kecerdasan sosial (social intelligence) yang diwujudkan melalui kesalehan sosial,” ujarnya.
Sebagai teladan dalam membangun kecerdasan sosial, mahasiswa diajak meneladani Rasulullah saw., yang mengajarkan pentingnya menyebarkan salam, berbagi makanan, menyambung tali silaturahmi, serta menghidupkan ibadah pada malam hari sebagai nilai-nilai yang membentuk karakter muslim sekaligus memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Peserta juga memperoleh pembekalan dari Prof. Dr. Achmad Firman, S.Pt., M.Si., dengan materi bertajuk Menumbuhkan Semangat Kewirausahaan di Tengah Masyarakat Menuju KPM yang Berdampak. Selain penguatan karakter, Prof. Achmad Firman juga membekali peserta dengan pemahaman mengenai pentingnya melakukan pemetaan atau observasi terhadap potensi wilayah dan kondisi demografi desa sebelum menyusun program kerja.
“Melalui proses tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi program pemberdayaan dan kewirausahaan sesuai dengan karakteristik masing-masing desa sehingga pengabdian yang dilakukan dapat memberikan dampak yang berkelanjutan,” harapnya.
Melalui KPM 2026, imbuhnya, STISHK Kuningan berharap mahasiswa mampu menjadi agen perubahan yang membawa semangat kolaborasi, pemberdayaan, dan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. Dengan bekal ilmu, karakter, kepedulian sosial, serta kemampuan mengenali potensi lokal yang telah dipersiapkan melalui pembekalan, para peserta diharapkan dapat berkontribusi dalam mewujudkan desa-desa yang bertakwa, berdaya, dan sejahtera. (eki)