Srikandi PP Singgung Aksi Celana Dalam, Maya: Hormati Martabat Perempuan

KUNINGAN (MASS) – Aksi demonstrasi merupakan hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, kebebasan tersebut harus dijalankan dengan tetap menjunjung tinggi etika, norma, serta menghormati martabat pihak lain.

Hal itu disampaikan salah satu Srikandi Pemuda Pancasila (PP), Maya Primayantie ST MT MSi, saat menanggapi aksi demonstrasi bertajuk “Aksi Damai Seribu Celana Dalam, Pejabat Kuningan Darurat Moral” yang digelar di Pendopo Kuningan beberapa hari lalu.

Menurut Maya, penggunaan atribut berupa celana dalam perempuan dalam aksi demonstrasi tersebut dapat dipandang sebagai tindakan yang tidak pantas dan berpotensi melecehkan martabat perempuan.

“Simbol aksi itu dapat menimbulkan kesan bahwa tubuh dan atribut pribadi perempuan dijadikan alat untuk menarik perhatian atau menyampaikan pesan, sehingga berisiko menimbulkan rasa tidak nyaman serta melukai nilai penghormatan terhadap perempuan,” ujar Maya, Senin (22/6/2026).

Ia menegaskan bahwa kritik maupun aspirasi masyarakat dapat disampaikan melalui cara-cara yang lebih bermartabat, beradab, dan substansial. Menurutnya, demonstrasi yang baik adalah demonstrasi yang fokus pada isi tuntutan, menggunakan bahasa yang santun, serta mengedepankan argumentasi yang kuat tanpa menggunakan simbol-simbol yang berpotensi merendahkan atau menyinggung kelompok tertentu.

“Silakan menyampaikan aspirasi dan melakukan aksi demonstrasi dengan baik, tertib, dan penuh tanggung jawab. Tidak perlu menggunakan atribut seperti celana dalam perempuan untuk menarik perhatian,” tegasnya.

Maya berharap masyarakat dapat menunjukkan bahwa demonstrasi merupakan sarana perjuangan intelektual dan moral yang mencerminkan kedewasaan dalam berdemokrasi. Selain itu, setiap aksi penyampaian pendapat di muka umum juga harus tetap menghormati harkat dan martabat perempuan. (didin)