Politisi PDIP Ini Tolak Rencana Jalan TOL Melintasi Kawasan Gunung Ciremai

KUNINGAN (MASS) – Politisi senior DPC PDIP Kuningan sekaligus anggota DPRD Kuningan, Rana Suparman S Sos, menolak rencana jalan TOL melintasi kawasan Gunung Ciremai.

Hal itu diutarakannya dalam Podcast Kuningan Mass, yang tayang pada Sabtu (1/8/2026) di YouTube. Rana, mulanya membahas perihal Revisi Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW).

Mulanya, Rana mengutarakan pendapatnya pribadi tentang tata ruang Kabupaten Kuningan. Lelaki yang dikenal karena konsennya terhadap budaya sunda dan alam itu, membagi wilayah Kabupaten Kuningan sebagai kawasna hulu, niaga (tengah) dan industri (timur).

“Saya belajar otodidak tentang tata ruang alam, saya pikir dari Ciremai sampai Sindangagung itu masuk kategori hulu Kuningan jangan diganggu industrialisasi Biarkan wilayah tersebut memproduksi oksigan hidrogen, untuk memenuhu kebutuhan peradaban,” ucapnya.

Kemudian, kawasan dari Sindangagung ke timur sampai Luragung, itu masuknya kawasan perniagaan, produk lokal didagangkan, ditumbuhkan pasar. Selanjutnya, dari Luragung ke timur bisa masuk kawasan industrialisai.

“Sehingga orang nyari uang ke timur, belanja ke tengah, berlibur menyatukan diri ke alam ke wilayah hulu,” jelasnya.

Ia menegaskan, RTRW harus secara jelas memperlakukan kawasan. Kawasan hulu misalnya, boleh saja diisi pariwisata, kawasan hutan lindung, hutan kota dengan jenis tumbuhan yang mampu mengamankan hidrogen.

Sementara, jika sesuai draft revisi RTRW jalan TOL akan melintasi kawasan hulu, menurut Rana, hal itu justru akan merusak kawasan. Padahal, saat untuk menunjnag wisata itu tak perlu TOL, hanya perlu aksesnya bagus, parkirnya tertib, dan tidak merusak tata ruang.

“Ya jalan TOL di hulu itu kebayang kan, akan merangsang pertumbuhan sekitar jalan tol, tol mah ke timur aja dari Jawa Brebes Cilegon Kalimati dibuka aksesnya. Kalopun ke wilayah Bandung lewat timur gimana caranya, teknologi tinggi kok masih bingung cari alat, emang zaman firaun,” kata Rana.

Dengan jalan TOL ke timur, usul Rana, juatru jalur tersebut akan menyambung dengan area industri, ke area niaga. Ia bilang, orang daganglah yang biasanya mencari akses TOL. (eki/deden)