Hore, Desa Wisata Terbaik di Indonesia ‘Merdeka’ dari Sinyal HP

KUNINGAN (Mass) – Meski dikenal sebagai Desa Wisata Terbaik di Indonesia. Namun warga  Cibuntu Kecamatan Pasawahan baru ‘merdeka’ dari sinyal HP mulai Oktober 2018. Tentu selama ini mereka punya ponsel hanya sebuah aksesoris ketika pulang ke rumah.

“Sebelumnya Oktober 2018 atau pas Sedekah Bumi, sinyak HP disini sulit sekali. Kami bisa gunakan ketika keluar desa setelah pulang langsung blank spot karena Desa Cibuntu ada dibawah kaki gunung Ciremai,” ujar Kades Cibuntu Awam pada saat menerma kunjunga Dewan Juri Indonesia Sustainable Tourismn Award (ISTA),

Dewan Juri  ISTA sendiri sempat kaget dengan pernyatan itu. Kades pun menerangkan, warga bisa menikmati sinya HP tidak terlepas jasa Telkomsel yang membuka BTS di Cibuntu.

“Ini berkat Telkomsel Pak, maka pada hari ini kami hadirkan disini,” ujar Kades sambil mengajak pihak Telkomsel pindah tempar duduk ke bagian depan.

Sementara itu, Supervisor Telkomsel Kuningan Majalengka, Coki Dirgantara mengaku,  dihadapan Dewan Juri ISTA mengaku, keputusan untuk membuka Mobil BTS Combat karena ingin mendukung desa wisata di Kuningan. Ketika wisatawan datan mau selfie dan tidak ada sinya tentu akan membosankan.

“Memang belum permanem tapi kalau jumlah penggunanya meningkat bisa permanen. Kami pun sudah menggandeng pihak BUMDes agar bisa membantu pihak Telkomsel. Sebab, kalau jumlah tidak memenuhi bisa dicabut lagi tapi kami tidak berharap itu terjadi,” jelas Coki.

Sekedar informasi, bukan hanya di Desa Cibuntu yang masuk kategori blank spot. Tapi, masih ada 41 desa lainnya yang blank spot.

“Iya di Kuningan masih terdapat 42 desa blank spot. Ini menjadi pekerjaan rumah kita agar semua warga menikmati layanan komunikasi,” ucap Kadiskominfo Drs Teddy Suminar MSi kepada kuninganmass.com pada suatu kesempatan.

Mantan Kadisparbud ini menyebutkan,  42 dititik tersebut kebanyakan di daerah pinggiran.  Adapun   jumlah tower telekomunikasi yang ada adalah 257 unit dan mereka tidak menjangkau 42 titik itu.

Pihak operator selama ini pun Teddy berhitung untuk memasang tower karena kalau biayanya mahal, sedangkan pemasukan minim, mereka tentu tidak mau.

Pemkab Kuningan sendiri saat ini tengah menggandeng  pihak provider untuk memasang menara telekomunikasi di daerah tersebut. Hal ini bisa tercapai karena harus ada pemerataan.

Wilayah yang blank spot tersebut di sebagian Kecamatan Karangkancana, Ciwaru, Nusaherang, dan kecamatan pingggiran dan banyak lagi. Kebanyakan di derah pinggiran. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com