Berkumpul, Ziarah, dan Merenung

KUNINGAN (MASS)- Kegiatan Hari Pers Nasional 2018 pun diperingati oleh wartawan yang bertugas di Kabupaten Kuningan. Berbeda dengan peringatan tahun lalu, pada tahun 2018 dilakukan secara sederhana.

Acara dimulai dengan ziarah ke makam para wartawan yang sudah meninggal dunia. Lokasinya adalah di Makam Astana  Gede Kelurahan Kuningan.

Semua wartawan yang tergabung di wadah PWI memanjatkan doa dan juga menaburkan bunga. Kegiatan ini rutin karena cikal bakal dunia jurnalsitik di kota kuda  tidak terlepas dari kehadiran para wartawan senior tersebut.

Acara selanjutnya dilanjutkan dengan berkumpul di Huta Kota Bungkrit.  Makan bersama dengan nasi liwet membuat  suasana makin akrab sehingga terasa bermakna peringatan HPN meski sederhana.

Pada saat berkumpul ini dilakukan renungan. Semua wartawan berbagi pengalaman spiritualnya selama menjadi wartawan. Bahkan, membahas meteri mengenai kematian.

Diharapakan menjadi wartawan itu benar-benar bermanfaat bagi semua orang dan akan dikenang. Hal itu yang harus dilakukan oleh semua wartawan.

“Tahun ini kita memperingati sederhana, tapi jangan salah sangat bermakna. Bagi kita yang terpenting makna dari HPN itu, bukan perayaan secara mewah,” jelas Ketua PWI Kuningan Iyan Irwandi, Jumat (9/2/2018).

Tahun ini ada hal yang sangat terasa adalah semua wartawan berbagai pengalaman spritualnya. Wartawan pun sama seperti yang lain memiliki pengalaman.

“Kita akan mati, maka didunia ini diharapkan banyak membawa bekal. Kebaikan salah satunya bisa menjadi bekal. Itu yang harus diperhatian,” ujar.

Mengenai harapana HPN, Iyan berharap semua wartawan berkerja secara maksimal. Hidari berita hoax dan tentunya menjadi contoh bagi yang lain.

Diterangkan peran media sangat penting. Untuk itu wartawan harus benar-benar paham dengan profesinya. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com