Smanda Jadi Satu-satunya Sekolah Maung di Kuningan, Hari Pertama Pendaftaran Sudah Dibuka, Progresnya…

KUNINGAN (MASS) – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menginisiasi program Sekolah Maung (Manusia Unggul) untuk tingkat SMA dan SMK. Berbeda dari sekolah pada umumnya, Sekolah Maung sudah membuka pendaftaran sejak Senin (25/5/2026) kemarin.

Di Kabupaten Kuningan sendiri, SMAN 2 Kuningan atau Smanda menjadi satu-satunya sekolah yang dilabeli Sekolah Maung. Di Jawa Barat, Sekolah Maung sendiri terbatas, hanya terdiri dari 28 SMA (1 sekolah per kabupaten/kota kecuali Bandung) dan 13 SMK (1 sekolah per KCD/wilayah).

Pada hari pertama pendaftaran, panitia penerimaan Sekolah Maung SMAN 2 Kuningan nampak stand by bersiap menerima pendaftaran yang dibuka secara online secara serentak di Jawa Barat.

Namun ternyata, sampai sore hari, pendaftaran belum bisa dilakukan karena masih dilakukan pengoptimalan server oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Wakasek Kesiswaan SMAN 2 Kuningan, Dede Hardiyanto S Sos, kala diwawancara hari pertama pendaftaran mengamini bahwa kendala server itu dirasakan seluruh Sekolah Maung di Jawa Barat.

“(Hari ini) belum efektif lah,” jawabnya kala ditanya soal berapa murid yang sudah mendaftar ke Sekolah Maung, Senin (25/5/2026).

Dikatakan Wakasek, dari informasi yang disosialisikan dari Pemprov Jawa Barat, Sekolah Maung ini punya cara penerimaan siswa yang berbeda dari sekolah-sekolah lainnya.

Mulai dari masa penerimaan yang dimulai lebih dulu, tidak terikat zonasi atau rekomendasi alias titipan. Informasinya, Sekolah Maung punya tiga jalur masuk yakni potensi akademik 10%, kompetensi akademik 70%, dan kompetensi non-akademik sebesar 20%.

“(Beda Sekolah Maung) Paling menonjol nanti kurrikulumnya, walaupun masih pembahasan.
Sekolah Maung disiapkan untuk mencetak manusia unggulan, konsep yang dibikin se-ideal mungkin. Kompilasi kurrikulum nasional yang ditingkatkan plus kurrikulum cambridge, kurrikulum internasional,” kata Dede.

Nantinya, para siswa Sekolah Maung ini punya waktu pembelajaran yang lebih padat. Mereka akan belajar dari pagi sampai sore selama 6 hari (Sabtu masuk), dengan tambahan pembelajaran spesialiasai kepemimpinan dan entrepreneur.

Bahkan, untuk mata pelajaran Sekolah Maung, selain pelajaran umum, disiapkan juga mata pelajaran dengan pengantar bahasa Inggris. Karenanya, selain ada kemungkinan guru-gurunya diupgrade, beberapa mata pelajaran yang kekurangan pengajar, gurunya akan disuplai dari Pemprov Jawa Barat.

Selain itu, akan ada juga semacam supervisi dari dosen-dosen kampus yang sudah tandatangan MoU dengan Gubernur, mulai dari ITB, Unpad hingga UPI. Termasuk akan ada juga pendampingan psikologis untuk Siswa Maung.

Untuk SMAN 2 Kuningan sendiri, rencananya akan menjaring 152 Siswa Maung di tahun 2026. Hal itu disesuaikan dengan rombel kelas yang ada (11), serta jumlah maksimal murid yang bisa diterima setiap kelas yakni 32 siswa. (eki)