KUNINGAN (MASS) – Sebuah insiden kecelakaan terjadi di kawasan Linggamekar, Kecamatan Cilimus, tepatnya di sekitar lingkungan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cisabuk pada Rabu (1/4/2026). Peristiwa ini melibatkan satu unit mobil pengangkut ompreng Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan seorang siswa yang hendak menyeberang jalan.
Kecelakaan bermula saat kondisi sekolah sedang dalam jam aktivitas belajar mengajar. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari salah satu guru di lokasi, korban yang merupakan siswa sekolah setempat saat itu sedang izin untuk menuju kamar mandi atau WC.
Naas, pada saat yang bersamaan, sebuah mobil logistik MBG sedang melaju di lintasan tersebut. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, insiden antara kendaraan dan siswa tersebut tidak dapat dihindarkan.
“Kronologisnya, anak itu mau ke WC, namun tidak tengok kiri kanan dan ada mobil MBG jadi tertabrak,” tutur Kepala MI Andri R, saat ditemui langsung di ruangannya, Kamis (2/4/2026).
Seorang pedagang yang berjualan di sekitar lokasi kejadian mengaku terkejut melihat peristiwa tersebut. Ia menyebutkan luka pada bagian kaki korban mengeluarkan darah yang cukup banyak, sehingga sempat menimbulkan kepanikan warga dan saksi mata yang berada di sana.
“Iya itu di depån pagar keluar anaknya lari-larian tadinya, mobil juga kayanya ngga ngeliat, lumayan darahnya banyak,” tuturnya saat ditemui di lokasi kejadian.
Melihat kondisi luka yang memerlukan penanganan medis, korban segera dilarikan ke rumah sakit. Pihak sekolah, memastikan tindakan cepat diambil agar korban mendapatkan pengobatan intensif dari tim dokter. Saat ini, siswa tersebut masih dalam perawatan untuk proses pemulihan luka-lukanya.
“Iya saat ini sedang dirawat di rumah sakit,” tambahnya.
Pihak sekolah menegaskan masalah ini kini telah diselesaikan secara kekeluargaan. Kedua belah pihak, baik keluarga korban maupun pihak pengendara mobil, telah duduk bersama dan saling mengobrol untuk mencari solusi terbaik. Hasilnya, disepakati kejadian ini murni musibah dan berakhir dengan perdamaian.
“Alhamdulillah, sudah tidak ada lagi permasalahan. Semua pihak sudah saling memahami dan sepakat untuk berdamai,” ujar salah satu perwakilan sekolah. (raqib)
















