KUNINGAN (MASS) – DPD Partai Golkar Kabupaten Kuningan segera menggelar forum tertinggi partai, Musda (Musyawarah Daerah), dalam waktu dekat.
Rencananya, Musda akan digelar pada Senin (9/11/2026) nanti. Agendanya sama, evaluasi program kepengurusan satu periode, menentukan Ketua periode baru DPD Partai Golkar, dan merumuskan program.
Penyelenggara Musda, H Yudi Budiana yang juga Ketua Harian Partai Golkar, dalam konferensi pers pada Kamis (5/11/2026) siang tadi, menegaskan bahwa kursi Golkar terbuka untuk semua kader, tentu dengan kriteria memenuhi persyaratan tertentu.
Dalam Juklak Juknis pelaksanaan Musda, H Yudi Budiana merinci persyaratan apa saja yang harus dimiliki calon Ketua DPD Partai Golkar. Persyaratan itu, nantinya akan diverifikasi oleh tim dari Pengurus Partai Golkar tingkat wilayah.
Secara umum, gambaran persyaratan bakal calon ketua secara administrasi meliputi salinan KTP, Ijazah minimal D3, Kartu Anggota Partai Golkar dan Pas Foto.
Lebih spesifik, kandidat Ketua DPD Partai Golkar disyaratkan yang sudah aktif menjadi pengurus sekurang-kurangnya 1 periode pada tingkatannya, dan atau satu tingkat dibawahnya, dan atau pernah menjadi pengurus organisasi pendiri dan didirikan tingkatannya, dan atau satu tingkat diatasnya.
Selain itu, kandidat Ketua DPD Golkar mensyaratkan orang yang aktif terus menerus menjadi pengurus Partai Golkar minimal 5 tahun dan tidak pernah menjadi anggota partai politik lain.
Pasca menyebut poin terakhir itulah, Yudi Budiana ditanya apakah artinya Bupati Kuningan saat ini, Dr H Dian Rachmat Yanuar M Si tidak bisa maju karena pada 5 tahun belakangan, Dian justru seorang birokrat sebelum akhirnya maju Pilkada.
“(Apakah Bupati tidak memenuhi syarat?) ya gatau, saya gatau, siapapun mau daftar daftar saja, ada tim verifikator yang akan menguji apakah dia layak atau tidak,” kata Yudi, menegaskan pihaknya sebagai penyelenggara harus bertindak netral dan membuka ruang bagi semua kader.
Mantan Ketua DPD Partai Golkar Kuningan itu juga menegaskan dirinya tidak akan ikut kembali kontestasi, karena sebelum dinahkodai Asep Armala saat ini, ia sudah dua kali periode menjabat.
“Nanti kan ada tim verifikasi yang akan datang ke kita. Kita akan buka pendaftaran pada hari Minggu pukul 9-15 sore, karena hari Senin akan Musda,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, H Yudi ditanya tentang calon potensial yang juga petahana, Asep Armala (Ir Asep Setia Mulyana). Yudi enggan menjawab dan mempersilahkan tanya langsung ke yang bersangkutan.
Begitupun saat ditanya soal Dian Rachmat Yanuar. Yudi kembali mempersilahkan bertanya langsung pada yang bersangkutan. Termasuk saat ditanya isu Dian Rachmat Yanuar berpotensi loncat pagar.
“Saya gamau spekulasi, silahkan tanya bersangkutan. Yang saya tahu beliau diusung Golkar, punya KTA Golkar, jadi Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, di Jabar Wakil Ketua Bapilu Dapil 13,” kata Yudi Budiana, sembari tetap pada akhirnya yang berhak menentukan adalah yang bersangkutan sendiri. (eki)
