Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Video

Saat Driver Online dan Pengusaha Air Bicara Rokok Illegal, PPKM dan Vaksin

KUNINGAN (MASS) – Obrolan menarik tersaji dalam podcast Tanpa Kursi yang tayang di Kuningan Mass Channel. Pasalnya, dalam podcast yang tayang itu, hadir dua narasumber yang kini jadi driver online serta pengusaha pemurnian air.

Keduanya diketahui sempat aktif di bidang sosial dan organisasi. Kedua narasumber yang hadir membahas perihal rokok illegal, PPKM, dan vaksin itu adlaah Agus Maulani atau yang kerap dikenal Agus Ohang, serta Alfian R Nugraha yang juga kerap disapa Vonso.

Dalam podcast tersebut, keduanya berbeda pendapat saat ditanya perihal rokok illegal. Vonso misalnya, perokok yang menganggap, batang rokok adalah sumber segalanya, inspirasi, bahkan media sosialisasi dan berkenalan.

Vonso, dalam obrolannya, mengaku sembari setengah guyon, membeli rokok juga alatnya mengabdi ke negara karena cukainya masuk pendapatan negara. Meskipun, dirinya tidak mempermasalahkan membeli rokok yang tanpa cukai, karena murah, apalagi di masa pandemi.

“Kalo melarang, ya berikan solusi terbaik. Logika tanpa logistik, ya radikal juga,” ucap Vonso.

Berbeda dengan Vonso, Agus Ohang selain tidak setuju rokok satu-satunya sumber inspirasi, juga mendukung aparat saat melakukan razia rokok illegal. Menurutnya, ada perusahaan resmi yang taat pajak, dirugikan. Memberi preseden buruk juga.

“Mungkin bagi pecandu rokok, masa saat ini ya apa aja asal ngebul (bahkan yang illegal). Tapi di sisi lain, merugikan perusahaan yang resmi, ada bea cukainya,” imbuhnya.

Selanjutnya, podcast yang dipandu Deden itu juga sempat membahas soal dampak PPKM. Dalam obrolan ini, baik Ohang maupun Vonso keduanya sama rasa, tersampak secara finansial.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ohang misalnya, mengaku pendapatannya sebagai driver online turun hingga 90 persen. Ohang mengaku saat diwawancari, tahun ini, juga belum mendapat bansos. Sebagian mungkin sudah, tapi memang belum merata.

“Tahun kemarin alhamdulillah dapet, biasanya sembako. Tapi tidak sama gas nya. Ada sembako kalo gak bisa dimasak kan, tetep aja,” imbuhnya.

Ohang menekankan, yang terdampak tentu bukan hanya kalangan yang ‘lemah’ saja. Kalangan pekerja harian juga sangat terdampak.

Hal itu juga dikuatkan Vonso, dirinya bahkan menekankan semua pasti terdampak PPKM. Namun, seharusnya pemerintah meminimalisir resiko. Kebutuhan warganya ya harus dipenuhi.

“(Sudah seharusnya, dan wayahna) Pemerintah terima masukan dan kritikan seperti ini. Kan mereka kita yang gaji. Dari pajak kita, termasuk dari rokok. Karena kan, bahkan sebelum bekerja kita sudah jamin kebutuhannya,” tambah Vonso.

Dalam obrolan tersebut, dibahas juga perihal Ohang yang di waktu belakangan sempat membuat surat terbuka. Ogang menjelaskan, surat terbukanya itu ditujukan pada presiden dan seluruh jajaran ke bawahnya perihal penanganan covid.

“PPKM harusnya dilakukan bukan di tingkat Kabupaten, tapi tingkat desa. Mulai dari screening, tracing, dan lain-lain,” sebut Ohang.

Dirinya juga meminta, dalam surat terbukanya, agar pemerintah bersifat fair dalam membuka data kematian. Jangan hanya kematian covid yang ditampilkan. Tapi angka kematian dari faktor lainnya pula. Dan nanti bisa terliha mana sebenarnya yang lebih dominan ‘mematikan’.

“Kalo misal ternyata karena jantung, ya berarti penyakit jantung itu yang harus sering disosialisasikan. (Karena kematian covid terus yang ditampilkan, red) Bahkan ketika ada orang meninggal di jalan pun, jadi banyak yang takut,” ucapnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Di akhir, perbincangan bergeser ke soal Vaksin. Ohang mengaku saat itu, baru divaksin satu kalo dan menjelang kedua kalinya. Adapun Vonso mengaku belum vaksin sama sekali.

“Kalo vaksin jadi jaminan tidak kena covid, ya pengen secepatnya,” ujarnya di akhir sembari mengingatkan umat islam, untuk jangan tinggal shalat lima waktu. (eki/deden)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

PD

PKB

Advertisement
Advertisement

Bank Kuningan

Advertisement

You May Also Like

Advertisement