KUNINGAN (MASS) – Semangat pantang menyerah kembali ditunjukkan oleh generasi muda Kabupaten Kuningan. Rofia, warga Desa Cipetir, Kecamatan Lebakwangi, berhasil menembus ajang pencarian bakat dangdut D’Academy 8 setelah meraih Golden Ticket pada seleksi terakhir di Jakarta.
Keberhasilan tersebut mengantarkan alumni SMK Cendekia Utama itu melaju ke tahap Final Audition dan berpeluang bersaing dengan peserta terbaik dari berbagai wilayah di Indonesia.
Perjalanan Rofia menuju panggung nasional tidak berlangsung mudah. Ia mengaku pernah gagal saat mengikuti audisi di Cirebon. Namun, kegagalan itu justru menjadi motivasi untuk terus berusaha dan meningkatkan kemampuannya.
Dengan dukungan penuh dari keluarga, terutama sang ayah, Rofia kembali mengikuti seleksi terakhir di Jakarta. Dari ribuan peserta yang mengikuti audisi, ia berhasil melewati serangkaian tahap penilaian hingga akhirnya mendapatkan Golden Ticket yang menjadi tiket menuju babak berikutnya.
“Awalnya saya sempat tidak yakin untuk mencoba lagi. Tetapi keluarga terus memberikan semangat, terutama Ayah. Alhamdulillah, akhirnya saya bisa lolos,” ujar Rofia saat menghadiri audiensi bersama Persatuan Artis Musik Melayu Dangdut Indonesia (PAMDI) Kabupaten Kuningan dan Bupati Kuningan di Pendopo Kabupaten Kuningan, Rabu (24/6/2026).
Dalam pertemuan itu, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, meminta Rofia menunjukkan kemampuan bernyanyinya secara langsung. Dengan penuh percaya diri, ia membawakan penggalan lagu Anoman Obong, salah satu lagu yang pernah dibawakannya saat proses audisi.
Penampilan singkat itu sukses menarik perhatian. Suara Rofia yang kuat dan penuh penghayatan membuat suasana pendopo sejenak hening. Bupati Dian bersama jajaran PAMDI dan undangan lainnya tampak terkesan dengan kualitas vokal penyanyi muda asal Lebakwangi tersebut.
“Merinding, bagus sekali,” kata Bupati usai penampilan Rofia yang langsung disambut tepuk tangan.
Di balik prestasi yang diraihnya, Rofia dikenal sebagai sosok sederhana dan pekerja keras. Selain menyalurkan bakat di bidang tarik suara, ia juga membantu usaha keluarga memproduksi keripik pisang serta merawat ternak domba milik orang tuanya.
Bupati Dian menilai keberhasilan Rofia menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan hambatan untuk meraih cita-cita. Menurutnya, kerja keras, ketekunan, dan konsistensi menjadi kunci utama dalam mencapai kesuksesan.
Ia juga berharap perjalanan Rofia dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Kuningan agar terus mengembangkan potensi yang dimiliki, baik di bidang seni, olahraga, maupun bidang lainnya.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa anak-anak daerah memiliki peluang yang sama untuk berprestasi di tingkat nasional. Yang terpenting adalah kemauan untuk terus belajar dan berjuang,” ujarnya.
Bupati turut mengajak masyarakat Kabupaten Kuningan untuk memberikan dukungan dan doa agar Rofia dapat tampil maksimal pada setiap tahapan kompetisi D’Academy 8.
Sementara itu, PAMDI Kabupaten Kuningan mengapresiasi capaian Rofia yang dinilai mampu membawa nama daerah ke tingkat nasional. Kehadirannya di ajang bergengsi tersebut diharapkan dapat memotivasi generasi muda lainnya untuk berani mengejar impian dan mengembangkan bakat yang dimiliki.
Rofia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kuningan, PAMDI, keluarga, serta masyarakat yang terus memberikan dukungan.
“Mohon doa dan dukungannya agar saya bisa terus memberikan penampilan terbaik dan melangkah lebih jauh di D’Academy 8,” ucapnya. (didin)