“Rindu Orang Tua, Adaptasi Lingkungan Baru, hingga Bangun Solidaritas Angkatan, Jadi Kenangan yang Tak Terlupakan”

KUNINGAN (MASS) — Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti kegiatan Tarqiyatul Marhalah (TAMAR) 2026 santri kelas IX MTs Pondok Pesantren Yayasan Husnul Khotimah Kuningan tahun pelajaran 2025–2026 yang digelar di Gedung Serbaguna (GSG) Aridho Nursyahbani. Acara ini menjadi momentum perpindahan jenjang pendidikan dari Madrasah Tsanawiyah menuju Madrasah Aliyah atau sederajat.

Sambutan perwakilan santri disampaikan oleh Ketua Angkatan, Atala Tsany Farid, yang menyampaikan ungkapan terima kasih sekaligus permohonan maaf kepada para ustadz, ustazah, serta orang tua atas segala kekurangan selama menempuh pendidikan di pesantren. Dengan penuh haru, ia menyampaikan bahwa tiga tahun perjalanan di Husnul Khotimah telah menjadi proses berharga yang membentuk kebersamaan, perjuangan, dan kedewasaan mereka.

“Di Husnul Khotimah kami belajar banyak hal, bukan hanya ilmu, tetapi juga tentang kebersamaan dan perjuangan. Kami berjanji suatu hari nanti akan menjadi pribadi yang lebih baik dan membanggakan,” ungkap Tsany Farid mewakili Angkatan ke-30.

Ia juga mengenang perjalanan sejak pertama kali menginjakkan kaki di pesantren saat kelas VII. Rasa rindu kepada orang tua, proses beradaptasi dengan lingkungan baru, hingga perjalanan membangun solidaritas angkatan menjadi kenangan yang tak terlupakan. Santri menyebut angkatan mereka layaknya sebuah kapal yang mampu menghadapi berbagai persoalan bersama.

“Angkatan terbaik bukanlah angkatan yang tidak memiliki masalah, tetapi angkatan yang mampu menyelesaikan masalahnya bersama-sama,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.

Sementara itu, dalam sambutannya, Mudir Mahad HK1 Kiai Mulyadin, Lc., MH. menyampaikan bahwa Tarqiyatul Marhalah bukan sekadar seremoni kenaikan jenjang, tetapi menjadi saksi perjalanan panjang pembentukan karakter para santri selama tiga tahun di pesantren.

“Di pesantren ini anak-anak belajar membaca dan menghafal Al-Qur’an, belajar disiplin, hidup sederhana, menghormati guru, serta belajar menjadi manusia yang tidak hanya cerdas pikirannya, tetapi juga baik akhlaknya,” tuturnya.

Kiai Mulyadin juga berpesan kepada seluruh santri agar senantiasa menjaga kehormatan diri, pergaulan, ucapan, hingga penggunaan media sosial di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Jagalah iman, Islam, ihsan, dan lisan hati kalian. seorang muslim bukan hanya pada prestasinya, tetapi pada kemampuannya menjaga diri ketika tidak ada yang melihat selain Allah SWT,” pesannya.

Kepala MTs HK1, KH. Elfa Robi, Lc, M.Pd. menyampaikan pula berbagai capaian prestasi santri kelas IX MTs Husnul Khotimah tahun pelajaran 2025–2026. Dari total 394 santri, sebanyak 76 persen melanjutkan pendidikan ke Madrasah Aliyah Husnul Khotimah.

Dalam bidang tahfizh, seluruh santri berhasil menuntaskan target hafalan Al-Qur’an sebesar 2,5 juz dengan capaian 100 persen. Sebanyak 81 santri berhasil menyetorkan hafalan 5 hingga 15 juz dalam sekali duduk, bahkan dua santri telah menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an.

Di bidang akademik dan nonakademik, para santri juga menorehkan berbagai prestasi tingkat nasional dan provinsi, di antaranya medali emas pada ajang Olimpiade Matematika, Kompetisi Sains Siswa Muslim Indonesia (KOSSMI), robotik, karate internasional, hingga taekwondo nasional.

Pada momen TAMAR 2026 ini, pihak madrasah juga memberikan penghargaan kepada santri terbaik. Santri Teladan Putra diraih oleh Ahmad Zaady Tsabit Imana, sedangkan Santri Teladan Putri diraih oleh Sani Ainun Nazhifah. Adapun penghargaan Santri Terakademik diraih oleh Aisha Syifa Aulia, serta penghargaan Santri Duta Lomba diberikan kepada Violetta Kemuning Umam. (didin)