KUNINGAN (MASS) – Nasib nahas menimpa keluarga Waskam Sadikin, warga Lingkungan Pahing RT 5 RW 2 Desa Gereba, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan. Rumah miliknya terbakar pagi saat ditinggal istrinya mengambil MBG, Senin (11/5/2026).
Kepala UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusumah, menjelaskan dari keterangan istri pemilik rumah Asih Kurniasih (51), kebakaran diketahui sekitar pukul 09.00 WIB.
Saat itu, Asih baru pulang dari mengambil MBG dan melihat kepulan asap dari rumahnya. Di dalam rumah hanya ada anaknya, Bilal (30), yang mengalami gangguan jiwa.
“Menurut keterangan ibu Asih Kurniasih istri dari pemilik rumah, sekitar pukul 09.00 WIB sepulang dari mengambil MBG, ibu Asih melihat kepulan asap di rumahnya.
Pada saat itu dirumahnya hanya ada anaknya Bilal yang dalam gangguan jiwa. Kemudian ibu Asih berteriak meminta tolong,” ujar Andri.
Warga sekitar kemudian berdatangan dan berupaya memadamkan api menggunakan air PDAM dan APAR sebelum melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa.
Usai menerima laporan pemadaman dari Sekretaris Desa Gereba, Abdul Rosid, Damkar Kuningan kemudian menerjunkan tujuh personel Regu 3 menggunakan satu unit Randis Pancar. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman dan pendinginan selama kurang lebih 22 menit.
“Penghuni rumah yang terdiri dari lima orang seluruhnya dalam keadaan selamat,” kata Andri.
Proses pemadaman turut dibantu anggota Polsek Kramatmulya, Babinsa Desa Gereba, pemerintah desa, anggota BKO Kecamatan Kramatmulya, petugas PLN, dan warga setempat.
“Penyebab kebakaran diperkirakan adanya konsleting listrik,” tuturnya.
Akibat kejadian tersebut, bangunan permanen berukuran sekitar 6 x 11 meter mengalami kerusakan cukup parah. Sejumlah barang ikut terbakar, di antaranya televisi, dua lemari bufet, tempat tidur kayu, dan satu unit telepon genggam. Total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp50 juta.
Selain kerugian materi, peristiwa ini juga menimbulkan kepanikan dan trauma bagi warga sekitar. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan instalasi listrik, penggunaan gas, maupun pembakaran sampah. (didin)