Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Iman Priatna Rahman, Pembelajar dan Pemberdaya Kuningan. (dok Iman)

Gaya Hidup

Puasa Dalam Sejarah Manusia

Dari Tradisi Biologis yang Membentuk Peradaban Mulia

KUNINGAN (MASS) – Pada setiap bulan Ramadan, milyaran manusia melakukan hal yang sama, ritual PUASA. Namun berpuasa ternyata bukan hanya tradisi Islam. Gereja-gereja Kristen di masa Prapaskah mengajak umatnya membatasi makanan dan kesenangan duniawi. Begitu juga Yom Kippur dalam tradisi Yahudi, menghadirkan lapar sebagai bahasa pertobatan kolektif. Ribuan penganut Hindu di India berpuasa pada hari ekadashi untuk kejernihan batin. Di gurun Amerika, seorang pemuda indian asli menepi dari komunitasnya demi menemukan visi hidup juga melalui puasa.

Di banyak tempat dan waktu, manusia melakukan tindakan yang sama. Ia menunda makan. Ia menahan diri. Ia memberi jarak pada dorongan paling dasar. Tubuh berhenti makan. Namun jiwa justru bergerak. Ia tumbuh, ia hidup.

Puasa adalah salah satu tradisi tertua dalam sejarah manusia. Ia lahir dari pergulatan manusia dengan alam, kelaparan, dan misteri keberadaan.
Sejak manusia agraris mengenal musim kering dan paceklik, ia mengenal lapar. Namun pada satu titik kesadaran, manusia melakukan sesuatu yang revolusioner. Ia tidak lagi sekadar siap menderita karena lapar. Ia justru memilih lapar. Di situlah tradisi puasa berubah dari takdir biologis menjadi tindakan spiritual.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Jejak Puasa di zaman kuno

Sejak manusia pra-sejarah menari di sekitar api dan menatap langit tanpa nama, ia sudah belajar membatasi makan, tidur, dan kata-kata demi merasakan kehadiran sesuatu yang lebih besar.
Dalam teks piramida pada era Mesir Kuno sekitar 3000 hingga 1000 Sebelum Masehi, para imam kuil menjalani periode puasa sebelum ritual keagamaan. Penyucian diri melalui pembatasan makan diyakini memurnikan tubuh sebelum berhadapan dengan sang ilahi. Tubuh yang ringan dianggap membuat doa lebih jernih dan hati lebih bersih.

Di masa Yunani Kuno pada abad ke-6 SM, praktik puasa tercatat dalam tradisi filsafat dan misteri keagamaan. Konon Pythagoras sekitar 570 hingga 495 SM mewajibkan murid-muridnya berpuasa sebelum menerima ajaran esoterik. Ia percaya pikiran menjadi lebih tajam ketika tubuh tidak dikuasai oleh nafsu makan.

Pada abad ke-5 SM, para inisiat juga berpuasa sebagai bagian dari proses pemurnian spiritual. Tidak ada satu tokoh yang mencetuskan puasa. Ia muncul dari kebutuhan spiritual dan sosial yang serupa di berbagai peradaban. Begitulah, ketika manusia menyadari kerapuhannya di hadapan alam, ia belajar merendahkan diri melalui lapar yang disengaja.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Tradisi Puasa dalam Agama-Agama Besar

Dalam Kekristenan, Yesus berpuasa empat puluh hari sebelum memulai pelayanannya. Pengalaman itu melahirkan tradisi Prapaskah sebagai masa refleksi dan pemurnian diri. Dalam Buddhisme, Siddhartha Gautama menjalani asketisme ekstrem sebelum menemukan Jalan Tengah. Ia menyadari bahwa penyiksaan diri bukan tujuan. Yang dicari adalah pengendalian diri yang bijak.

Puasa berkembang dari praktik lokal menjadi ritus dan seremoni global. Ia menjadi kalender suci, disiplin kolektif, dan pengingat bahwa manusia bukan hanya tubuh yang membutuhkan makanan, tetapi makhluk sadar yang mencari makna.

Dalam Islam, puasa Ramadan diwajibkan pada tahun 624 Masehiatau tahun ke 2 hijriah. Al-Qur’an menyatakan bahwa puasa diwajibkan sebagaimana telah diwajibkan atas umat sebelumnya. Ini menegaskan kesinambungan sejarah spiritual manusia.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Kontek Sosial dan Laboratorium Nurani

Dalam masyarakat agraris, paceklik membentuk kesadaran kolektif tentang keterbatasan. Puasa melatih solidaritas dan kemampuan berbagi ketika sumber daya terbatas.

Dalam jeda makan yang disengajakan itu, manusia menemukan laboratorium nuraninya sendiri. Ia mempelajari rasa lapar. Ia mengamati hasrat, menegosiasikan kecenderungan. Ia belajar membedakan kebutuhan sejati dari keinginan yang berlebihan.

Puasa bukan sekadar menahan kalori. Ia melatih kejernihan. Dan, di dunia yang dikuasai konsumsi dan kecepatan, puasa adalah perlambatan yang disengaja. Ia mengingatkan bahwa manusia tidak harus selalu segera dipuaskan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Puasa Ramadan: Disiplin Kolektif yang Membentuk Peradaban Mulia

Ramadhan adalah anugerah ilahi, peristiwa di bumi dengan spektrum energi semesta. Ruang dan waktu terbaik untuk memperbaiki diri, masyarakat dan ekologinya. Puasa Ramadan berlangsung satu bulan penuh setiap tahun, sejak fajar hingga matahari terbenam.

Selama lebih dari 14 abad, miliaran manusia menjalani disiplin yang sama dalam kalender lunar yang bergerak melintasi musim dan benua. Seketika ritme sosial berubah. Jam kerja disesuaikan. Aktivitas hidup melambat. Meja makan menjadi ruang rekonsiliasi. Solidaritas sosial menguat.

Ramadan bukan hanya latihan biologis. Ia adalah rekonstruksi sosial. Ia membentuk peradaban mulia. Orang kaya merasakan lapar yang biasa dialami orang miskin. Zakat, infak dan sedekah meningkat. Peduli dan empati diuji. Kepribadian ditata ulang dari mulai pola pikir, pola rasa dan pola tindak. Dari skala sempit individu meluas secara sosial dan ekologis.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ketika manusia dengan sadar memilih lapar, ia sedang mengingat jati dirinya. Ia bukan sekadar makhluk yang hidup untuk makan, tetapi makhluk yang mencari makna. Di situlah puasa menjadi pendidikan nurani yang sederhana sekaligus radikal revolusioner.

Puasa mengajarkan bahwa derajat kesuksesan dan kebahagiaan sejati tidak terletak pada kepemilikan tanpa batas, melainkan pada kemampuan berkata cukup serta kemudahan peduli dan berbagi.

Sejak 14 abad yang lalu, Islam berkontribusi memberi warna, dimana tradisi menahan keinginan dan menyengaja lapar itu diberi tatalaksana ritus puasa penuh makna plus spektrum energi semesta yang terjaga sampai saat ini.

Suka tidak suka, islam lah yang mentransformasi tradisi manusia dari menyengaja lapar menuju kesejatian diri. Dari level lapar manusia biasa menjadi level lapar manusia paling terhormat dan mulia di muka bumi. Dari kewajiban puasa menuju derajat takwa.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Wallahu ‘alam bish shawab.

Penulis : Iman Priatna Rahman
(Pembelajar & Pemberdaya Kuningan)

Advertisement. Scroll to continue reading.
Advertisement
Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Trending

You May Also Like

Headline

KUNINGAN (MASS) – Baru saja masuk bulan Ramadhan, kabar mengejutkan justru datang dari Desa Langseb Kecamatan Lebakwangi. Dimana, Rumah Yatim Himmatul Ummah yang berlokasi...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Selamat menunaikan ibadah puasa! Puasa Ramadhan adalah salah satu ibadah yang paling agung dalam Islam, yang tidak hanya membersihkan jiwa dan...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Dalam rangka meningkatkan keandalan sistem kelistrikan dan pelayanan kepada masyarakat, PT PLN (Persero) mengumumkan akan melakukan pemadaman listrik terencana di beberapa...

Religi

KUNINGAN (MASS) – Menjelang bulan suci Ramadan, harga ragam kue di Pasar Baru Kuningan terpantau stabil dan tidak mengalami kenaikan. Penjual kue di Toko...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Bulan Sya’ban sudah dipenghujung, bulan yang mulia pun akan segera datang yaitu bulan Suci Ramadahan. Perlu adanya persiapan menyambut datang nya...

Nasional

JAKARTA (MASS) – Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan penyesuaian menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan agar makanan tetap aman, bergizi, dan...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Puasa Ramadhan merupakan salah satu ibadah yang paling dinanti-nantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Selama bulan suci ini, umat Muslim...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Puasa, dalam tradisi Islam, lebih dari sekadar ibadah fisik. Ia adalah cerminan ketaatan, kesabaran, dan perjuangan spiritual yang mendalam. Dalam Al-Quran,...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Saat Bulan Ramadan, stok darah untuk kesehatan seringkali menipis, sementara kebutuhannya tetap tinggi. Merespon  situasi tersebut, Jemaat Ahmadiyah Manislor bekerja sama...

Religi

KUNINGAN (MASS) — Kabar gembira di bulan suci Ramadhan! Di momen penuh berkah ini, Kuningan Mass mempersembahkan sebuah acara spesial yang sarat makna Podcast...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Pasca mengikuti retreat kepala daerah, Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar M Si melaksanakan tarawih perdana bulan Ramadhan di Masjid...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Pemerintah Kabupaten Kuningan bmengeluarkan Surat Edaran Nomor 400.8/724/Kesra tentang Semarak Kegiatan Bulan Ramadhan. Surat edaran ini ditandatangani oleh Wakil Bupati Kuningan,...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Tradisi munggah merupakan tradisi turun-temurun yang dilakukan oleh masyarakat Muslim Indonesia, terutama di daerah Jawa dan Sunda, menjelang pelaksanaan ibadah puasa....

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Bulan Ramadhan yang penuh dengan keistimewaan dan kemuliaan baru saja kita lepas. Namun demikian, Ramadhan dengan segala kemuliaannya telah mampu memberikan...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Alhamdulillah, segala pujian dan pujaan hanya milik Allah, Rabb semesta alam. Rasa syukur ini menandai, selama bulan Ramadhan penulis membiasakan diri...

Religi

KUNINGAN (MASS) – Pasca ditetapkan tanggal 1 Ramadhan 1445 H jatuh pada 12 Maret 2024 oleh pemerintah, banyak umat islam yang kemudian mencari jadwal...

Religi

KUNINGAN (MASS) – Muharram adalah bulan yang istimewa dalam sejarah Islam, terlebih tanggal 9, 10, dan 11 Muharram dimana cukup banyak peristiwa penting pada...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Pelaksanaan ibadah Puasa tahun ini sudah memasuki separuh bulan. Jika secara umum dibagi ke dalam tiga space waktu, sepuluh pertama sampai...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Ramadhan, bulan suci kaum muslimin telah tiba dan disambut dengan suka cita. Umat muslim mempersiapkan diri secara fisik dan non fisik...

Religi

KUNINGAN (MASS) –  Hasil Sidang Isbat yang digelar Kementrian Agama RI yang digelar Rabu (22/3/2023) sore ini memutuskan bahwa tanggal 1 Ramadhan 1443 H,...

Ekonomi

KUNINGNAN (MASS) – Menjelang Ramadhan, tepatnya 3 hari sebelum bulan puasa, harga beberapa kebutuhan pokok di pasaran mengalami kenaikan. Kenaikan yang paling terlihat hari...

Religi

KUNINGAN (MASS) – Puluhan anak-anak pencak Silat Panglipur Desa Cipancur Kecamatan Kalimanggis menggelar bagi-bagi takjil di sepertiga akhir Ramadhan ini. Tepatnya pada Rabu (27/4/2022)...

Religi

KUNINGAN (MASS) – Generasi Muda Masjid Baiturrohman (Gemmaroh) didukung pengurus DKM-nya, di akhir bulan puasa ini, menggelar pesantren Ramadhan. Pesantren Ramadhan yang dimulai sejak...

Sosial Budaya

KUNINGAN (MASS) – Sebanyak 500 paket takjil disebar oleh komunitas pecinta mobil kijang, Toyota Kijang Club Indonesia (TKCI) di seputaran Tugu Sajati Jalan Baru...

Ekonomi

KUNINGAN (MASS) – Seminggu menjelang Hari Raya Idul Fitri, harga sembako kembali banyak mengalami kenaikan. Terbaru, kenaikan tajam pada harga daging ayam. Petugas pendata...

Religi

KUNINGAN (MASS) – Bulan suci Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Karenanya, di bulan suci ini, banyak orang berburu pahala dan kebaikan. Hal itu jugalah...