Promosi ke Liga 3, PESIK Disambut Konvoi Ribuan Warga, Bupati Janjikan Peningkatan Sarana Prasarana Olahraga

KUNINGAN (MASS) – Pemerintah Kabupaten Kuningan menyambut kepulangan skuad PESIK Kuningan usai meraih predikat runner up Liga 4 Piala Presiden 2026 sekaligus memastikan promosi ke Liga 3 Nusantara. Penyambutan berlangsung di Pendopo Kabupaten Kuningan, Minggu (12/7/2026) malam, dalam suasana hangat dan penuh rasa syukur.

Sebelum disambut langsung pemerintah di Pendopo, ribuan warga juga menyambut Pesik dengan Konvoi yang dilakukan dari Tugu Ikan Sampora sekitar pukul 14.00 WIB. Rombongan kemudian melintasi Jalaksana, Cirendang, Lampu Merah Cijoho, Lampu Merah Ciporang, Winduhaji, RSUD ’45 Kuningan, SMP Negeri 2 Kuningan, Simpang Tiga Salawati, Lampu Merah Gotong Royong, Jalan Pramuka, hingga di KIC, seraya beristirahat di Grage, acara dilanjutkan di Pendopo.

Sepanjang rute sekitar 23 kilometer, antusiasme masyarakat tak surut. Warga memberikan apresiasi kepada para pemain dan ofisial. Banyak di antaranya mengabadikan momen menggunakan Handphone, sementara iring-iringan kendaraan roda dua dan roda empat terus diwarnai sorak sorai suporter yang merayakan keberhasilan PESIK menembus Liga 3.

Sementara, Bupati Kuningan, Dr Dian Rachmat Yanuar, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Kuningan memberikan penghormatan kepada para pemain, pelatih, dan ofisial Laskar Kuda Ciremai atas pencapaian yang dinilai membanggakan bagi daerah.

Bupati Dian mengungkapkan rasa bahagia dan syukur atas prestasi yang berhasil ditorehkan PESIK Kuningan. Menurutnya, keberhasilan menembus partai final Liga 4 Nasional menjadi bukti bahwa Kuningan mampu bersaing dengan daerah lain meski memiliki berbagai keterbatasan.

“Ini adalah bentuk rasa bahagia dan syukur kami atas prestasi yang telah ditorehkan anak-anak Laskar Kuda Ciremai. Ini dibawah dugaan, Kuningan ini kabupeten kecil tempatnya terbatas, mungkin banyak orang yang memandang sebelah mata tapi kita buktikan setahap demi setahap kita mampu bersaing hingga babak final,” ujar Dian.

Ia mengatakan, perjalanan PESIK Kuningan hingga menjadi runner up merupakan pencapaian luar biasa mengingat kompetisi diikuti oleh puluhan tim terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia.

Menurut Dian, keberhasilan tersebut mengingatkannya pada masa ketika Kuningan pernah menorehkan prestasi di dunia sepak bola daerah. Ia menilai kesuksesan sebuah tim tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh kekompakan, kerja sama, dan ikatan kekeluargaan yang kuat.

“Saya berpikir bahwa di sepak bola tidak semata-mata soal uang. Tapi soal kerja sama, kekompakan, dan rasa memiliki sebagai sebuah keluarga itu modalnya. Kuningan dengan biaya tanpa dukungan APBD, kami bersama-sama mencari dukungan dari para sponsor. Ternyata dengan semangat kebersamaan, kita mampu mencapai hasil yang luar biasa,” katanya.

Bupati menegaskan keterbatasan justru tidak boleh menjadi alasan untuk menyerah. Sebaliknya, kondisi ini harus menjadi motivasi untuk terus berjuang dan meraih prestasi.

“Ketiadaan dan keterbatasan tidak boleh membuat kita patah semangat. Justru dari keterbatasan itulah lahir kesuksesan. Hari ini PESIK Kuningan telah membuktikannya,” ucapnya.

Lebih lanjut, Dian berharap keberhasilan PESIK Kuningan dapat menjadi inspirasi bagi cabang olahraga lainnya di Kabupaten Kuningan. Menurutnya, daerah tersebut memiliki banyak atlet berpotensi di berbagai cabang olahraga yang perlu mendapatkan dukungan dan pembinaan secara berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Kuningan, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendorong kemajuan dunia olahraga, termasuk melalui peningkatan sarana dan prasarana olahraga yang akan dilakukan secara bertahap. Selain olahraga, pemerintah daerah juga akan memberikan perhatian terhadap pengembangan seni, budaya, dan pendidikan sebagai bagian dari pembangunan daerah.

Dian menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemain PESIK Kuningan yang telah berjuang dengan semangat dan mental pantang menyerah hingga mampu mengalahkan sejumlah tim unggulan.

“Anak-anak kita telah bertarung dengan gagah berani dan mental baja. Mereka mampu menumbangkan tim-tim unggulan dan membuktikan bahwa Kuningan tidak kalah dengan daerah lain,” pungkasnya. (didin)