KUNINGAN (MASS) – Banyak manfaat dari batu yang diambil dari tambang tradisional CIleuleuy. Bahkkan diantaranya untuk program pembangunan dari pemerintah. Hal itulah yang disampaikan salah satu penambang, Rahmat (65). Ia mengaku pihaknya banyak berkontribusi pada proyek pembangunan pemerintah melalui material batu yang mereka gali.
Keterangan itu disampaikannya saat diwawancara Kuninganmass.com di lokasi tambang di Desa Cileuleuy, Kecamatan Cigugur, pada Rabu (4/2/2026). Ia menjelaskan bahkan dalam beberapa kesempatan, batu dari sini sangat dibutuhkan, ditarget untuk pembangunan yang dicanangkan pemerintah.
“Jadi gini a, model tambang pemerintah di Andamui, batu itu kan dari sini sekarang disininya ditutup, sedangkan itu kebutuhan pemerintah, sedangkan ditarget sekian bulan harus selesai terpenuhi,” ujarnya.
Ia merasa penambang seharusnya tidak dipandang sebelah mata, mengingat peran mereka dalam menyuplai material dan kebutuhan pembangunan.
Lebih lanjut, Rahmat mengungkapkan kekhawatirannya terkait kabar penambangan akan ditutup dan penambang akan didenda hingga Rp100 miliar dan dihukum mpenjara 5 tahun.
“Boro-boro 100 milyar, uang seratus ribu aja susah dapetnya harus berkeringat dan cape dulu, dari mana uang 100 milyar,” keluhnya.
Rahmat juga menyampaikan pentingnya pelatihan keselamatan kerja (K3) untuk para penambang. Ia menekankan perlunya perhatian yang lebih serius terhadap keselamatan kerja di lokasi tambang.
Menurutnya, saat ini hanya ada imbauan untuk berhati-hati dari kepala desa, camat, dan kapolsek. Namun, ia merasa imbauan tersebut belum cukup untuk melindungi para penambang.
“Cuma hati hati aja, nanti ada himbauan aja. Hati hati kalau himbauan dari kepala desa. Dari pak Camat itu Kapolsek sudah kesini himbauan himbauan. Cuman ya kitanya aja jangan ceroboh hati hati,”pungkasnya. (raqib)







