Pansus Tatib Tak Direbut KKB, Tak Masuk Akal Sehat

KUNINGAN (MASS) – Ketua Pansus Tata Tertib DPRD yang diketuai politisi PDIP, Apang Sujaman, masih mendapat sorotan sejumlah kalangan. Salah satunya Abdul Haris SH, seorang pemerhati politik sekaligus praktisi hukum.

“Tentu saya sangat menyayangkan. Kok Koalisi Kuningan Bersatu (KKB) kayak tidak serius begitu. Mestinya kan anggota dari KKB mendukung koalisinya. Ini malah berbalik. Voting pimpinan pansus itu fakta loh,” ujar Haris, Selasa (8/10/2019).

Padahal, imbuh dia, dari 13 anggota pansus tersebut 7 diantaranya berasal dari KKB. Sisanya sebanyak 6 orang berasal dari non-KKB. Dirinya merasa heran, hasil voting justru KKB hanya 5 suara, sedangkan 8 suara untuk non-KKB.

“Kalau melihat ini jangan-jangan nanti juga dalam pembentukan AKD (alat kelengkapan dewan) KKB tidak solid. Kalau tidak dirubah dari sekarang, kemungkinan itu bisa terjadi,” ucapnya.

Kepada para politisi yang duduk di gedung dewan, Haris berpesan agar berpolitik santun yang berpegang teguh pada etika politik. Menghalalkan segala cara, menurut dia, sudah tidak jaman lagi.

“Partai di atasnya itu solid, mestinya di Kuningan juga begitu. Padahal kalau melihat angka 29 lawan 21 kursi itu sudah diatas angin. Ini momentum bagus buat oposisi. Kok gak masuk akal sehat, pansus saja tak bisa direbut,” sindirnya.

Kedepan, tambah Haris, kalau menggulirkan agenda-agenda yang sifatnya koalisi diharuskan kompak. Kalau tidak kompak, lebih baik jangan ada koalisi-koalisian.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemilihan pimpinan Pansus Tatib dilangsungkan Jumat (4/10/2019) lalu. Hasil voting, Apang Sujaman dari F-PDIP yang terpilih jadi ketua. Sedangkan Wakil Ketua diduduki Etik Widiati dari F-PKS dan Sekretaris Deki Zaenal Mutaqin dari F-Gerindra Bintang.

Pansus Tatib Studi Banding ke Pekalongan

Saat ini 13 personil Pansus Tatib sedang melaksanakan studi banding ke Pekalongan Jateng yang langganan menjadi lokasi tujuan kunker (kunjungan kerja). Mereka berangkat Senin (7/10/2019), agendanya selama 3 hari berada di kota batik tersebut. Perkiraan dana yang dihabiskan mencapai puluhan juta rupiah.

“Kebetulan di Pekalongan Tatibnya sudah, jadi kita studi bandingnya ke sini. Nanti Kamis kita akan paparkan hasil studi bandingnya,” kata Ketua Pansus, Apang Sujaman saat dikonfirmasi via ponsel.

Sementara dari catatan yang diperoleh kuninganmass.com, 13 nama personil Pansus Tatib itu diantaranya, Apang Sujaman, Tresnadi dan Dede Sembada (PDIP). Kemudian Etik Widiati dan Dede Sudrajat (PKS). Berikutnya Deki Zaenal Mutaqin dan Toto Tohari (Gerindra), H Hariri dan Hj Neneng (PKB), H Udin Kusnedi (PAN), H Yudi Budiana (Golkar), Saldiman kadir (Demokrat) dan H Momon Suherman (PPP). (deden)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com