Dikhianati, Koalisi Zaman Now Terbentuk

JALAKSANA (MASS) – Pasca penandatanganan Nota Kesepakatan Koalisi antara Partai Demokrat dan PKS yang menunjuk Yosa Octora-Agus Budiman, nampaknya PAN dan Gerindra merasa dikhianati. Kedua partai ini berencana membentuk poros baru bernama Koalisi Zaman Now. Bahkan bukan hanya 2 partai, PKB pun ikut di dalamnya.

Poros baru tersebut tercium Kamis (7/12/2017) sore di RM Istana Cibulan milik H Udin Kusnaedi (Ketua PAN) yang berlokasi di Desa Manis Kidul Kecamatan Jalaksana. Pantauan kuninganmass.com, di RM yang sedang dalam proses pembangunan itu terdapat 3 pucuk pimpinan parpol yang serius berdiskusi. Diantaranya Ketua PAN H Udin Kusnaedi, Ketua Gerindra H Dede Ismail dan Ketua PKB H Ujang Kosasih.

Pasca beberapa jam pertemuan tertutup, akhirnya Dede Ismail mau berbicara. “Kita membahas peta kekuatan politik jelang Pilkada 2018. Akhirnya mengerucut untuk membentuk koalisi baru setelah adanya nota kesepakatan antara PKS dan Demokrat. Apalagi dalam nota tersebut memunculkan nama tanpa musyawarah dengan PAN dan Gerindra,” ungkapnya.

Deis menegaskan, nota kesepakatan PD-PKS memicu ketidaksepahaman antar parpol yang tergabung dalam Koalisi Umat. PAN dan Gerindra tidak diajak musyawarah sehingga bersama PKB sepakat untuk mengikuti tren kekinian dengan membentuk Koalisi Zaman Now.

“Alhamdulillah antara kami sama-sama paham untuk mengedepankan kepentingan Kuningan dan mengutamakan etika politik dalam koalisi. PAN dan Gerindra sudah melaporkan masalah ini ke DPW dan DPP masing-masing. Intruksinya segera ambil langkah untuk menjalin koalisi dengan partai lain yang sepersepsi dan tidak mengedepankan ego masing-masing,” tandasnya.

Kendati PAN dan Gerindra sudah cukup kursi apabila hendak mengusung pasangan calon, namun menurut Deis, untuk merebut kekuasaan butuh jalinan dengan kekuatan lain. Pihaknya meyakini poros baru yang nanti dideklarasikan dilandasi keterbukaan, kesepahaman dan satu tujuan.

“Kemenangan harus mengedepankan suasana kebersamaan dan kekompakan sehingga nanti kita jadwal ulang pertemuan lanjutan dengan mengajak parpol lain. Seperti PPP, NasDem, Golkar bahkan PDIP,” terangnya.

Sementara Ketua PAN, H Udin Kusnaedi mengaku tidak tahu adanya nota kesepakatan PD-PKS sebelumnya. Sebagai bagian dari Koalisi Umat dirinya tidak diajak bicara. Padahal pada saat deklarasi, semua komit untuk bersama-sama mengedepankan azas musyawarah mufakat. “Tapi kita hargai keinginan mereka (PD dan PKS),” ujar Udin santun. (deden)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com