KUNINGAN (MASS) – Taman Kanak-kanak (TK) Alam Terpadu Al Ghifari Kuningan menjadi objek tujuan study tiru dan observasi KB-RA Abdul Halim Jakarta Barat, Kamis (30/4/2026).
Rombongan dari Jakarta itu, mengamati langsung pembelajaran anak-anak di TK Alam Al Ghifari yang dianggap ideal bagi perkembangan anak.
Anak-anak sendiri nampak tak canggung dan menunjukkan percaya diri saat diobservasi ketika kegiatan belajar, baik itu di dalam ruangan, belajar mengaji, serta saat mengeksplorasi pembelajaran di luar ruangan.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Pengawas TK dari Disdikbud Kuningan, Hj Eni Suharni S Pd M Pd, Ketua Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) Hartini, serta tamu lainnya.

Kepala TK Alam Al Ghifari, Chotimah S Pd, pada kuninganmass.com mengaku sejak awal berdiri, pihaknya punya konsep yang jelas sebagai dasar pembelajaran, yakni setiap anak itu istimewa, setiap anak itu unik.
“(Setiap anak itu) unik punya titipan potensi dari allah yang berbeda, sehingga kami harus memberikan pelayanan atau arahan bimbingan sesuai potensi masing-masing, dan itu yang kami laksanakan. Barangkali dari konsep itulah yang dilihat lembaga lain, ada yang berbeda (disini),” kata Chotimah.
Kegiatan belajar di TK Al Ghifari sendiri memang dirancang dengan berpusat pada anak. Dimana pembelajaran dilakukan dengan membuat nyaman, tidak bosan, banyak di luar ruangan, dan dengan bimbingan guru-guru kreatif.
Proses belajar mengajarnya, disesuaikan dengan kebutuhan eksplorasi bahkan sampai minat anak. Alhasil, para siswa betah di sekolah. Bahkan tak jarang yang enggan meninggalkan sekolah saat waktu pulang, saking menyenangkannya di sekolah.
Selain kegiatan belajar mengajar yang kreatif, di TK Al Ghifari juga menerapkan kurikulum umum dan kurikulum khusus. Bahkan, TK Al Ghifari juga menerapkan semacam sistem islam terpadu, termasuk tahfidz.
“Tahun sekarang ada anak hafal juz 30. (Dan nanti) ada munaqosah Mei, anak anak evaluasi (tentang) pelafalan makhraj, hafalan doa hadis dan surat pendek. Kalo lulus ada sertifikatnya, (metode belajar mengaji) ummi, berlaku nasional,” tuturnya.
Kepala KB & RA Abdul Halim Jakarta Barat Yunita S PdI, memuji apa yang menjadi keunggulan TK Al Ghifari, termasuk soal banyaknya area bermain sehingga anak-anak usia dini, bisa lebih eksplore di luar ruangan.
Memilih TK Al Ghifari sebagai tujuan studi tiru, kata Yunita, ternyata ditemukan dari media sosial dan internet. Tujuan perjalanan ke Kuningan bersama pengajar, sekalian belajar dan studi tiru ke TK Alam Al Ghifari.
“Tujuannya ke Kuningan dulu, refresh diri sekalian. Bahasanya kalo kami, ruhnya terisi otaknya terisi juga, jadi dari sini biar tidak hanya sekedar jalan-jalan saja tapi pemahaman mereka (guru) ada ilmunya juga,” ucapnya.

Sementara, Pengawas TK dari Disdikbud Kabupaten Kuningan, Hj Eni Suharni S Pd M Pd, juga mengaku bangga dan support, ada sekolah-sekolah di Kuningan yang bisa ditiru dari luar dan bisa jadi contoh dari sekolah lain. Karenanya, atas nama Kepala Disdikbud Kuningan, pihaknya berterima kasih ke TK Al Ghifari.
“Dulu banyak, bukan Al Ghifari saja, sekarang ada lagi yang muncul TK Alam Al Ghifari melalui medsos sudah dilihat dari Kabupaten Kuningan maupun luar Kuningan. Ini menjadi keunggulan tersendiri di pendidikan anak usia dini, diakui oleh lembaga pendidikan dari luar kota,” ucapnya.
TK Al Ghifari, lanjutnya, termasuk sekolah yang sudah menerapkan konsep kurikulum nasional, sampai kurikulum lokal seperti Sekolahku Keren, termasuk Gerakan Penanaman Pohon.
Kurikulum nasional yang dimaksud adalah berbasis pembelajaran mendalam (deep learning), pendekatan berbasis lingkungan menggunakan karakteristik belajar sesuai lingkungan sekolah.
Di akhir kunjungan RA & KB Abdul Halim Jakarta, dibuat nota kesepahaman dengan TK Alam Al Ghifari sebagai hasil studi tiru. Poinnya, mengakui TK Alam Al Ghifari sebagai lembaga rujukan, dilarang menyalin branding secara utuh, serta kewajiban mencantumkan sumber inspirasi jika mendapat program. (eki)