KUNINGAN (MASS) – Upaya pencarian terhadap dua pelajar SMP yang hanyut di Sungai Cisanggarung akhirnya membuahkan hasil dengan kabar yang menyedihkan. Kedua korban, yakni Aditiya dan Dani, berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia setelah sempat dinyatakan hilang sejak Rabu (22/4/2026) sore.
Proses pencarian yang memakan waktu lebih dari satu hari ini dilakukan dengan menyisir aliran sungai yang melintasi perbatasan Cirebon dan Kuningan tersebut. Tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur TNI AL, TNI AD, Airud, Polsek, relawan AKAR, GURILA, hingga PMI tanpa lelah menyisir titik-titik yang diduga menjadi lokasi tersangkutnya korban.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, S STP, mengonfirmasi kabar penemuan tersebut pada Jumat (24/4/2026). Ia membenarkan setelah penyisiran intensif selama puluhan jam, kedua korban berhasil dievakuasi dari sungai meski nyawa mereka sudah tidak tertolong.
Kedua korban ditemukan di lokasi dan waktu yang berbeda. Jasad Aditiya menjadi yang pertama ditemukan oleh petugas pada Kamis malam (23/4/2026) sekitar pukul 21.43 WIB.
Pencarian pun berlanjut hingga keesokan harinya. Berselang beberapa jam kemudian, tepatnya pada Jumat pagi (24/4/2026) pukul 06.23 WIB, tim gabungan kembali berhasil menemukan jasad Dani. Penemuan ini sekaligus menandai berakhirnya operasi pencarian terhadap dua remaja malang tersebut.
Indra Bayu menjelaskan kondisi arus sungai dan luasnya area penyisiran menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan. Namun, berkat koordinasi yang solid antar unsur SAR dan bantuan warga sekitar, kedua jenazah bisa segera diangkat ke darat untuk kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.
“Alhamdulillah benar, kedua survivor sudah berhasil ditemukan,” Ujarnya.
Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat, terutama anak-anak, untuk sangat berhati-hati saat beraktivitas di sekitar aliran sungai besar. Sungai Cisanggarung dikenal memiliki arus bawah yang cukup kuat dan kondisi kedalaman yang tidak menentu, terutama setelah turun hujan.
“Mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka agar tidak bermain air di sungai tanpa pengawasan orang dewasa demi mencegah kejadian serupa terulang kembali keesokan hari,” pungkasnya. (raqib)