Partai Gerakan Rakyat Mulai Panaskan Mesin Politik, Target 20 Persen Suara Jadi Bidikan

KUNINGAN (MASS) – Partai Gerakan Rakyat (PGR) Kabupaten Kuningan mulai memantapkan konsolidasi organisasi sebagai langkah membangun kekuatan politik di tingkat daerah. Dengan pembentukan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang telah menjangkau 32 kecamatan, partai ini membidik target perolehan 20 persen suara.

Target tersebut menjadi salah satu poin penting dalam konsolidasi yang digelar bersama jajaran pengurus, simpatisan, dan relawan Anies Baswedan di kediaman Abah Oji, Kabupaten Kuningan, Sabtu (7/11/2026).

Ketua DPW Jawa Barat Partai Gerakan Rakyat, Deden Rumaji, menegaskan penguatan organisasi harus dibangun melalui kekompakan dan kerja sama seluruh elemen partai. Menurutnya, soliditas internal menjadi modal penting untuk mendorong perkembangan PGR di Kabupaten Kuningan.

Capaian pembentukan DPC di 32 kecamatan menjadi salah satu perkembangan organisasi yang disampaikan dalam pertemuan itu. Namun, pekerjaan belum sepenuhnya selesai. Penyempurnaan kepengurusan hingga tingkat desa dan kelurahan serta peningkatan kapasitas kader masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan.

Di sisi lain, PGR Kuningan juga tengah menghadapi agenda penataan kepemimpinan daerah. Menyusul diterimanya pengunduran diri H Edi Sunaedi dari jabatan Ketua DPD, DPW Jawa Barat telah membentuk tim ad hoc beranggotakan tujuh orang untuk menjaring calon pengganti.

Tim tersebut diberi tenggat hingga 14 November 2026 untuk menyampaikan nama-nama calon yang akan dipertimbangkan dalam proses penentuan ketua baru.

Wakil Ketua Team Supervisi DPW Jawa Barat PGR, Adang Suhyatna, turut mengingatkan agar jajaran pengurus tidak hanya berfokus pada pembentukan struktur, tetapi juga menuntaskan Panca Karya Gerakan Rakyat.

Lima agenda itu mencakup penyempurnaan struktur organisasi, pengurusan legalitas, sosialisasi identitas partai, penguatan media sosial, serta pelaksanaan aksi sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, keberadaan partai harus tercermin melalui aktivitas organisasi yang konkret dan kedekatan dengan masyarakat. Sejumlah kegiatan sosial dan keagamaan yang telah dilakukan menjadi bagian dari upaya membangun hubungan tersebut.

Dengan lebih dari 30 peserta yang hadir dalam konsolidasi, PGR Kuningan kini dihadapkan pada dua agenda penting sekaligus, yakni menuntaskan pembenahan internal dan memperkuat basis dukungan masyarakat.

Target 20 persen suara pun menjadi tantangan tersendiri. Sebab, capaian politik tidak hanya ditentukan oleh luasnya struktur organisasi, tetapi juga kemampuan kader membangun kepercayaan dan menghadirkan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Melalui konsolidasi tersebut, PGR Kuningan berharap sinergi antar pengurus, kader, simpatisan dan relawan semakin kuat. (didin)