Padahal Ada MBG, Angka Stunting di Kuningan Masih Naik, Wabup Soroti Mehu Untuk 3B

KUNINGAN (MASS) – Pemerintah Kabupaten Kuningan terus memperkuat koordinasi demi memburu target penurunan angka stunting. Dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang digelar di Ruang Rapat Sang Adipati, Gedung Setda Kuningan pada Selasa (21/4/2026), peran dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan utama lantaran angka stunting malah naik.

Wakil Bupati Kuningan, Hj. Tuti Andriani, SH, M Kn menekankan kehadiran program MBG seharusnya menjadi solusi nyata di lapangan. Ia berharap keberadaan dapur-dapur ini tidak hanya sekadar menyediakan makan siang biasa, tetapi harus mampu memperbaiki kondisi gizi masyarakat.

“Saya beban pak ketika sudah ada MBG, ternyata angka stunting di Kuningan masih, malah ada kenaikan, jadi mohon kerjasama,” tuturnya saat diwawancara pasca rakor.

Secara khusus, Wabup Tuti meminta pengelola dapur MBG untuk memberikan perhatian ekstra pada kelompok yang disebut sebagai “3B”, yakni Bumil, Busui, dan Balita. Menurutnya, ketiga kelompok ini adalah kunci utama dalam memutus rantai stunting sejak dini di setiap desa dan kecamatan.

“Jadi kami pun memohon kepada dapur-dapur ini agar bisa membedakan untuk makanan untuk 3B, Ibu menyusui, Ibu hamil dan Balita,” tambahnya.

Wabup juga menaruh harapan besar kepada para ahli gizi yang bertugas di setiap dapur MBG. Ia meminta mereka lebih kreatif dan jeli dalam menyusun menu. Baginya, menyajikan makanan khusus untuk kebutuhan ibu hamil dan balita bukanlah hal sulit jika ada kemauan kuat.

“Sebenarnya tidak ada yang sulit kalau ahli gizinya ini bisa menerapkan apa yang kami inginkan,” pungkasnya. (raqib)