Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Netizen Mass

Notulensi Audiensi : IMM ke DPRD Kuningan

KUNINGAN (MASS)- Terdapat problematika – problematika  yang hadir yang harus di tuntaskan perlahan di Kabupaten Kuningan ini, terutama saat ini yang sedang kencang – kencangnya terdengar dari gedung perwakilan rakyat Kuningan. Menanggapi hal ini IMM Kuningan dengan mengedepankan Fastabiqul Khairat (berlomba – lomba dalam hal kebaikan) sebagai semboyan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah itu sendiri , dengan melakukan audiensi kepada Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Kuningan Jum’at sekitar jam 1 siang.

Dengan audiensi ini IMM bermaksud mempertegas Badan Kehormatan atas kinerjanya dalam menghadapi urusan yang terjadi di internal dewan itu sendiri.
Salah satunya terkait kekalahan BK dalam banding PTUN yang menimpa Pimpinan DPRD yang dikategorikan pelanggaran kode etik sedang. Merupakan satu bukti bahwa BK tidak tegas dan konsisten dalam menjalankan tugasnya yang diakibatkan tidak fokusnya dengan permasalahan yang dihadapi.

Adapun persoalan tidak terpuji  yang gempar di masyarakat belum lama ini yang dilakukan oleh anggota dewan bahkan membuat anggota tersebut menyatakan mundur tetapi terkesan ambigu apakah tetap dipertahankan atau segala sesuatu lain yang mengindikasikan rusaknya ritme internal dewan. Lebih parahnya lagi beliau masih berani menghadiri rapat perencanaan APBD beberapa waktu lalu.

Mereka (BK) membenarkan dengan informasi tersebut karena menurut mereka anggota dewan tersebut masih berstatus anggota dewan dan mesti menghadiri acara tersebut. Ini mendorong opini publik apakah pengunduran diri yang beliau gaungkan beberapa waktu lalu hanya sebuah peredam masyarakat agar terdiam dan melupakan apa yang terjadi yang akhirnya isu ini menguap/hilang begitu saja.

Rupanya beliau mengundurkan diri  dari partainya dan ini pun terhambat yang mengakibatkan partainya harus menungggu keputusan yang tidak terlihat kapan keputusan tersebut lahir ditambah mereka tidak bisa mempercepat ataupun memperlambat putusan tersebut artinya mereka hanya berpasrah terhadap hal tersebut. Jangan sampai beliau masih duduk manis di kursi dewan tanpa tahu malu, seharusnya beliau malu dengan dirinya sendiri yang masih berstatus anggota sedangkan beliau sudah mengundurkan diri dan harus ada ketegasan yaitu hanya satu, copot jabatannya!

Advertisement. Scroll to continue reading.

Mengakibatkan BK dan pimpinan DPRD tidak menerima rekomendasi pengunduran diri ini karena harus sama – sama menunggu  keputusan yang tidak tahu kapan keluarnya. Sehingga terkesan gagap dalam menyelesaikan persoalan ini. BK pun tidak tegas dan menindaklanjuti  hal ini juga dalam menjalankan tugasnya sebagai badan yang menjaga moral, kehormatan, citra dan kredibilitas DPRD.

Terdapat proses yang dilakukan dalam menyelesaikan persoalan – persoalan yang terjadi tetapi itu hanya sebagai bukti, syarat  BK agar terlihat bekerja dihadapan publik yang nyatanya tidak ada progresan yang berarti. Yang kami dan masyarakat perlukan bukti nyata bukan bualan dan dipermaikan seperti ini dalam menyoal permasalahan ini ataupun dalam menghadapi masalah yang akan datang.

Oleh : Sub’han Habibie Sekbid Hikmah, Politik dan Kebijakan Publik PC IMM Kab. Kuningan

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Kuningan

Berita Terbaru

PD

PKB

Advertisement

PAM

Advertisement
Advertisement

You May Also Like

Government

KUNINGAN (MASS)- Sebanyak 43 karyawan PDAU atau Perumda Kuningan kembali bekerja seperti semula Hal ini setelah mereka tidak jadi dipecat oleh Bupati Kuningan H...

Headline

KUNINGAN  (MASS)-  Penemuan mayat kembali menggegerkan warga Kabupaten Kuningan. Kali ini lokasinya di Blok Ciceuri Desa Patala Kecamatan Cilebak. Lokasi penemuan mayat berjenis kelamin...

Religious

KUNINGAN (MASS) – 🗓Senin, 14 Jumadil Akhir 1443 H / 17 Januari 2022 M 🍂🌻 Hikmah Hari Ini🌻🍂 📚Orang Bijak Bertutur: ‏ثلاثُ ضُيوف يأتون...

Lifestyle

KUNINGAN (MASS) – Kontes ajang menyanyi Kuningan Superstar (KSS) kini masuk babak baru. Setelah kemarin pada Minggu (16/3/2022) diaelenggaeakan Battle Time dari 40 peserta,...

Advertisement