Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Ilustrasi.

Netizen Mass

Negara yang Sibuk Mengurus Meja Makan, Lupa Mengisi Pikiran

Di Berita: rakyat kita paling bahagia
Di Rumah: Bu, buku tulisku habis

Lalu ia mengambil tali, tepat saat negara sibuk memoles citra diri”

Potongan narasi di atas bukan sekadar puisi getir; ia adalah diagnosis sosial. Di satu sisi, negara baik pusat maupun daerah sibuk memproduksi klaim kebahagiaan kolektif melalui statistik, indeks, dan slogan. Di sisi lain, realitas mikro di ruang keluarga menunjukkan paradoks yang telanjang: kebutuhan paling elementer pendidikan bahkan tak terjangkau. Di antara jurang itulah, kebijakan publik kehilangan makna kemanusiaannya.

Dalam beberapa tahun terakhir, negara tampak terlampau fokus pada kebijakan populis simbolik, salah satunya melalui program makan bergizi (MBG). Secara normatif, MBG adalah kebijakan yang terdengar luhur: gizi anak, masa depan bangsa, investasi manusia. Namun problemnya bukan pada niat, melainkan pada logika prioritas dan cara negara memaknai kesejahteraan.

Negara seolah mengira bahwa kenyang adalah satu-satunya syarat hidup layak, seakan manusia hanya tubuh biologis yang cukup diberi asupan kalori. Padahal pendidikan yang direpresentasikan secara getir oleh “buku tulis yang habis” adalah fondasi kesadaran, daya kritis, dan mobilitas sosial. Ketika negara lebih sibuk mengurus apa yang masuk ke mulut anak, tetapi abai pada apa yang mengisi kepalanya, maka yang lahir bukan manusia merdeka, melainkan generasi yang sekadar bertahan hidup.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Lebih problematik lagi, pemerintah daerah seringkali hanya menjadi operator administratif, bukan aktor kritis yang membaca konteks lokal. Mereka berlomba menyukseskan program pusat demi laporan kinerja, sambil menutup mata pada kenyataan bahwa sekolah-sekolah kekurangan alat tulis, ruang kelas rusak, guru honorer dibayar tak layak, dan anak-anak dipaksa beradaptasi dengan kurikulum yang tak berpijak pada realitas sosialnya. Di sini, kebijakan pusat yang seragam bertemu dengan ketiadaan keberanian daerah, menghasilkan kegagalan yang sistemik.

Narasi “rakyat paling bahagia” yang terus diulang melalui media dan konferensi pers justru menjadi bentuk kekerasan simbolik. Ia meniadakan penderitaan nyata dengan angka-angka abstrak. Kebahagiaan direduksi menjadi variabel statistik, bukan pengalaman hidup. Ketika negara berkata rakyat bahagia, sementara rakyat bertanya apakah mereka mampu membeli buku tulis besok pagi, maka yang terjadi bukan optimisme, melainkan pengkhianatan makna kebahagiaan itu sendiri.

Kalimat terakhir “lalu ia mengambil tali” harus dibaca sebagai teriakan putus asa struktural, bukan tragedi individual. Ia adalah hasil akumulasi kebijakan yang lebih peduli citra daripada substansi, lebih sibuk memoles wajah ketimbang membenahi tulang punggung masyarakat. Dalam perspektif kritis, ini adalah konsekuensi dari negara yang gagal hadir secara utuh: hadir memberi makan, tetapi absen memberi harapan.

Negara yang sehat bukan negara yang sekadar memastikan warganya tidak lapar, melainkan negara yang menjamin martabat hidup: pendidikan yang layak, akses yang adil, dan kebijakan yang berpihak pada realitas, bukan sekadar panggung politik. Jika tidak, maka MBG dan berbagai program sejenis hanya akan menjadi alat kosmetik kekuasaan mengenyangkan perut, tetapi membiarkan pikiran tetap lapar, dan masa depan tetap rapuh.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Oleh: Fillah Ahmad Abadi
Mahasiswa Kuningan

Advertisement
Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Trending

You May Also Like

Desa

KUNINGAN (MASS) – Setelah acara Rakor percepatan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Pemda Kuningan, Rabu (25/2/2026), Letkol Hafda Prima Agung, Dandim 0615/Kuningan,...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Pengurus Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Kuningan periode 2025-2030 resmi dilantik di Pendopo Kuningan, Rabu (25/2/2026) sore....

Headline

KUNINGAN (MASS) – Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (DPC PERMAHI) Kabupaten Kuningan melakukan audiensi resmi dengan Komisi II DPRD Kabupaten Kuningan baru-baru...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Ketua DPRD Kabupaten Kuningan Nuzul Rachdy SE sangat menyesalkan terhadap tata kelola Makanan Bergizi Gratis di Kabupaten Kuningan. Pasalnya, berbagai kasus...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Program Makan Bergizi (MBG) dirancang untuk menjamin pemenuhan standar gizi, kualitas bahan makanan, serta pengelolaan anggaran yang efisien sesuai dengan petunjuk...

Nasional

JAKARTA (MASS) – Anggaran bahan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan bukan sebesar Rp15.000 per porsi. Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan, alokasi...

Ekonomi

KUNINGAN (MASS) – Meski baru dilaksanakan 3 kali hingga Rabu (25/2/2026) kemarin, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) Spesial Ramadan DIRAHMATI (Diskon Ramadan Hemat Tahan...

Mojang

KUNINGAN (MASS) – Aal Lutfiyyaah Aulia mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi di Universitas Terbuka yang masih semester dua ini dikenal aktif di berbagai kegiatan luar...

Ekonomi

KUNINGAN (MASS) – Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menyampaikan target beroperasinya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dipatok pada bulan Agustus mendatang. Hal itu disampaikan...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Olahraga Bola Basket di Kabupaten Kuningan akhir- akhir ini mulai menunjukkan perkembangan yang positif, walaupun masih menghadapi beberapa tantangan yang harus...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Dalam Al Qur’an pada surat Al Baqarah ayat 183 telah dijelaskan bahwa tujuan utama diperintahkannya puasa adalah terbentuk pribadi muslim yang...

Religi

KUNINGAN (MASS) – Dalam klarifikasi soal Jumatan di Musala Ar Rahmat Pendopo Kuningan, nampak hadir Kepala Kementerian Agama H Ahmad Handiman Romdony, yang dipinta...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Di dunia perkuliahan kita tidak asing dengan yang namanya beasiswa, beasiswa sendiri adalah program bantuan biaya pendidikan untuk pelajar maupun mahasiswa...

Religi

KUNINGAN (MASS) – Rumah Yatim Himmatul Ummah kembali menghadirkan program rutin tahunan Kado Lebaran untuk Yatim & Dhuafa. Program ini diinisaisi lagi untuk menebar...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Menekan potensi adanya mafia tanah, kini warga bisa melihat langsung kondisi bidang tanah masing-masing apakah sudah tersertifikat atau masih dalam proses...

Nasional

KUNINGAN (MASS) – Human Initiative Indonesia mengirimkan tiga dai dalam program Safari Dakwah Internasional Ramadhan 1447 H/2026 M ke sejumlah negara di Eropa dan...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Pendidikan bukan hanya tentang sistem, pendidikan tidak hanya dilihat dari angka-angka nilai, tapi pendidikan yang sebenarnya adalah proses dalam mengembangkan potensi...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Menanggapi dinamika kasus penyadapan pinus illegal di Taman Nasional Gunung Ciremai. Bahwa dalam ilmu hukum ada asas Lex specialis derogat legi...

Olahraga

KUNINGAN (MASS) – Tim kebanggaan warga Kuningan Pesik Kuningan, terus mematangkan persiapan menghadapi Liga 4 Nasional. Dalam wawancara kuninganmass.com, Head Coach Pesik Dian Okta...

Hukum

KUNINGAN (MASS) – Pelaku pembobolan toko di wilayah Kabupaten Kuningan berhasil diamankan jajaran Satreskrim Polres Kuningan. Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP...

Religi

KUNINGAN (MASS) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kuningan mengundang para tokoh agama, termasuk ormas dan DKM Ar Rahmat Pendopo Kuningan, untuk melakukan klarifikasi...

Bisnis

KUNINGAN (MASS) – Di bulan yang penuh berkah ini, PT AS Putra kembali menggelar kegiatan sosial bertajuk “AS Putra Berbagi”. Program ini berupa pembagian...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Polemik penyadapan getah pinus di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) terus bergulir. Sejumlah kepala desa bersama Kelompok Tani Hutan (KTH)...

Ekonomi

KUNINGAN (MASS) – Sejumlah warga nampak tumplek di pasar murah yang diselenggarakan Pemkab Kuningan bertajuk Gerakan Pangan Murah (GPM) Spesial Ramadan DIRAHMATI (Diskon Ramadan...

Hukum

BANDUNG (MASS) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat menggelar diskusi bertajuk dampak Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru terhadap kemerdekaan pers di Aula...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Sudah menjadi tradisi setiap ramadhan dibeberapa titik ruas jalan di Kuningan sering mengalami kepadatan arus, terutama di sekitar Simpang 4 Sidapurna...