Musim Pancaroba, Dinkes Kuningan Ingatkan Warga Waspadai Penyakit dan Jaga Imunitas

KUNINGAN (MASS) – Memasuki musim pancaroba atau pergantian cuaca, Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai penyakit yang kerap muncul akibat perubahan kondisi lingkungan.

Kepala Dinas Kesehatan Kuningan, Edi Martono, menjelaskan perubahan cuaca ekstrem dari panas ke dingin atau sebaliknya dapat memengaruhi daya tahan tubuh manusia.

“Perubahan cuaca itu memang kadang-kadang melemahkan daya tahan tubuh kita. Karena cuaca yang ekstrem dari panas tiba-tiba jadi dingin atau dingin jadi panas, tubuh kita jadi perlu adaptasi,” kata Edi, di tempat kerjanya, Rabu (29/4/2026).

Menurut Edi, penyakit yang paling banyak muncul di musim pancaroba adalah batuk dan pilek. Kondisi tersebut umumnya berkaitan dengan gangguan saluran pernapasan akibat perubahan cuaca.

“Yang paling banyak itu batuk pilek. Biasanya terkait dengan gangguan pernapasan,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan tidak ada satu penyakit tertentu yang bisa disebut paling berbahaya. Semua penyakit, menurutnya, dapat menjadi serius apabila tidak ditangani dengan baik.

“Semua penyakit bisa berbahaya kalau tidak diobati. Tingkat keparahannya juga tergantung kondisi masing-masing pasien,” jelasnya.

Untuk mencegah penyakit di musim pancaroba, masyarakat diminta menjaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat. Edi menyarankan agar warga memperhatikan pola makan dan istirahat yang cukup.

“Tidur yang baik itu sekitar 6-8 jam dan tidak bergadang. Makan juga harus teratur dan sesuai kebutuhan kalori, tidak berlebihan,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan makan secara teratur penting untuk menjaga kesehatan lambung, mengingat produksi asam lambung yang berlangsung secara alami dalam tubuh.

Selain itu, masyarakat dianjurkan untuk menjaga kebersihan lingkungan, rutin berolahraga, serta mengonsumsi vitamin atau suplemen bila diperlukan guna meningkatkan imunitas. (didin)