Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Ketua Sumbu Rakyat Kuningan dan Kabid SD Disdikbud. (Foto: edit eki)

Pendidikan

Muncul Desakan Tindak Tegas Jual Beli LKS di Sekolah, Disdikbud Dilema

KUNINGAN (MASS) – Ketua Sumbu Rakyat Kuningan, Genie Wirawan Rafi, angkat bicara soal praktik penjualan Lembar Kerja Siswa (LKS) di sejumlah Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Kuningan.  Ia mengatakan, informasinya penjualan LKS tidak hanya terjadi secara sporadis, namun diduga berlangsung secara terstruktur dan masif, bahkan disinyalir mendapat arahan atau pembiaran dari instansi pendidikan terkait, meskipun secara tegas telah dilarang oleh peraturan perundang-undangan.

‎‎Di lapangan, lanjut Genie, orang tua siswa mengeluhkan adanya kewajiban membeli LKS melalui sekolah dengan harga tertentu dan penyedia tertentu. Praktik ini jelas membebani masyarakat dan menimbulkan kecurigaan adanya pola komersialisasi pendidikan yang berlindung di balik dalih kebutuhan pembelajaran, namun sejatinya melanggar prinsip pendidikan dasar yang gratis, adil, dan inklusif.

‎”‎Secara hukum, penjualan LKS di sekolah merupakan pelanggaran nyata. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan secara tegas melarang pendidik dan tenaga kependidikan melakukan penjualan buku pelajaran atau bahan ajar di satuan pendidikan. Larangan ini diperkuat oleh Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah, yang menutup celah praktik jual beli berkedok kesepakatan komite,” kata Genie.

‎Selain itu, Pemerintah Kabupaten Kuningan sendiri telah mengeluarkan Surat Edaran Bupati melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang secara eksplisit melarang sekolah menjual LKS maupun mengarahkan pembelian kepada penyedia tertentu. “Namun fakta di lapangan menunjukkan larangan tersebut tidak dijalankan secara efektif, sehingga patut diduga adanya pembiaran sistematis atau bahkan instruksi tidak resmi dari atas,” jelasnya.

‎Ia menilai persoalan ini bukan lagi sekadar pelanggaran administratif, melainkan kegagalan serius tata kelola pendidikan. “Jika benar ada dugaan instruksi atau pembiaran dari dinas, maka ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap aturan dan terhadap rakyat. Sekolah dasar tidak boleh dijadikan ladang bisnis,” tegas Genie.

‎“Pendidikan adalah hak dasar, bukan komoditas. Ketika orang tua dipaksa membeli LKS yang seharusnya tidak diwajibkan, maka yang terjadi adalah pemerasan terselubung atas nama pendidikan. Ini harus dihentikan. Dalih kebutuhan pembelajaran tidak dapat membenarkan pelanggaran hukum,” ungkapnya.

‎Pihaknya mendesak Dinas Pendidikan untuk segera membuka secara transparan rantai kebijakan dan pengawasan terkait pengadaan LKS, mengumumkan sekolah-sekolah yang melanggar, serta menjatuhkan sanksi tegas tanpa pandang bulu. Tanpa tindakan nyata, larangan hanya akan menjadi dokumen mati.

Advertisement. Scroll to continue reading.

‎Apabila praktik ini terus dibiarkan, Genie menegaskan pihaknya siap membawa temuan lapangan ke ranah pengawasan yang lebih tinggi, termasuk aparat penegak hukum dan lembaga pengawas pendidikan. “Kami akan terus mengawal isu ini demi melindungi hak anak-anak dan orang tua di Kabupaten Kuningan. Pendidikan harus dibersihkan dari praktik kotor,” ucapnya di akhir.

Dilema LKS, Disdikbud Dorong Perubahan Regulasi

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan, Surya SPd MM, mengungkapkan pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Bupati Kuningan guna mencari solusi agar permasalahan serupa tidak terus berulang setiap tahun.

“Alhamdulillah kemarin sudah ada komunikasi dengan Pak Bupati mengenai solusi permasalahan LKS ini tidak terjadi lagi di setiap tahunnya. Solusi yang pertama adalah perubahan regulasi seperti yang dilakukan Kementerian Agama,” ujar Surya kala dikonfirmasi KuninganMass, Selasa (27/1/2026).

Menurutnya, Kementerian Agama (Kemenag) telah lebih dulu memiliki regulasi yang memperbolehkan pengadaan bahan ajar melalui dana BOS. Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor B-696/Dt.I.I/HM.01/12/2025 tanggal 27 Desember 2025 tentang rekomendasi penggunaan dana BOP RA dan BOS Madrasah untuk pengadaan bahan ajar.

“Kemenag yang namanya bahan ajar itu sudah bisa dari BOS, mungkin ini yang ingin kami tiru,” tuturnya.

Surya mengakui adanya dilema, disisi lain LKS sangat dibutuhkan oleh siswa dan guru. Namun, ketika pembelian LKS dibebankan kepada masyarakat, banyak orang tua siswa yang mengeluhkan kondisi tersebut.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dilema itu membuat Disdikbud Kuningan berencana mengajukan usulan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) agar pembelian LKS dapat diperbolehkan menggunakan dana BOS.

“Kami ingin regulasi ini diurus seperti Kemenag. Nanti kami ingin ke Kemendikdasmen agar diperbolehkan untuk pembelian LKS karena kalo tidak setiap tahun (persoalan ini) pasti terulang,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan di Kota Cirebon, bahan ajar tersebut dibeli melalui BOS Daerah (BOSDA). Sementara di Kabupaten Kuningan, BOSDA belum dapat diterapkan meskipun Bupati Kuningan disebut telah memiliki niat namun kondisi keuangan daerah belum memungkinkan.

“Yang dilakukan Pemkot Cirebon itu bahan ajar dibeli dari BOSDA, sementara di Kuningan belum bisa ada BOSDA meskipun Bupati udah ada niat, nanti kalau keuangannya sehat dipikirkan persoalan ini,” ujarnya.

Di sisi lain, Disdikbud Kuningan menegaskan tetap berpegang pada Surat Edaran Bupati Kuningan Nomor 400.3/2603/Disdikbud tentang larangan penjualan buku dan LKS di sekolah.

“Kalau transaksinya terjadi di luar sekolah dan guru tidak terlibat langsung, kami juga tidak bisa berbuat banyak. Karena, banyak orang tua yang bertanya dan memang membutuhkan, meskipun tidak sedikit pula yang mengeluhkan,” katanya.

Ke depan, Disdikbud Kuningan menargetkan adanya perubahan regulasi agar pengadaan bahan ajar, termasuk LKS, dapat secara resmi dibiayai dari dana BOS sebagai solusi jangka panjang bagi dunia pendidikan di Kuningan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Kedepan kami akan berusaha, regulasinya kami ubah, jadi dari BOS itu boleh untuk bahan ajar ini,” pungkasnya. (didin)

Advertisement
Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

You May Also Like

Ekonomi

KUNINGAN (MASS) – Jika biasanya yang disubsidi itu BBM, kini belanja di pasar pun dapat subsidi. Tentu tidak semuanya, ini hanya program daei Pemerintah Kabupaten...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) menyediakan akses pemantauan lalu lintas secara daring melalui CCTV. Akses itu bisa...

Olahraga

KUNINGAN (MASS) – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tapak Suci Universitas Muhammadiyah Kuningan menyelenggarakan aksi sosial berupa pembagian takjil gratis yang dilanjutkan dengan agenda Buka...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Jalan yang baru saja ditambal aspal hotmix di depan SD Negeri 2 Cibingbin viral di media sosial setelah terlihat terkelupas. Video...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Kuningan, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kuningan melakukan kunjungan silaturahmi ke Dinas Pendidikan...

Ekonomi

KUNINGAN (MASS) – Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menyalurkan lebih dari 100 ton bahan pangan murah kepada masyarakat selama pelaksanaan...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Dalam rangka memperingati International Women’s Day, Korps PMII Puteri (KOPRI) Cabang Kuningan menggelar kegiatan bertajuk “Symphony Pergerakan” di depan Pendopo Kabupaten...

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Tumpukan limbah kayu di Desa Rajadanu, Kecamatan Japara, Kabupaten Kuningan terbakar pada Kamis (12/3/2026) siang. Kebakaran tersebut diduga berasal dari pembakaran...

Nasional

JAKARTA (MASS) – Menteri Kebudayaan RI Dr. H. Fadli Zon SS M Sc tertarik untuk datang langsung ke Kabupaten Kuningan. Hal itu diutarakannya saat...

Mojang

KUNINGAN (MASS) – Di tengah kesibukan sebagai mahasiswa, Nurul Haenie seorang mahasiswi 19 tahun, menunjukkan rasa peduli terhadap pendidikan dan literasi dasar di kalangan...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Hujan rintik-rintik tidak menghalangi semangat jamaah Halaqoh Satu Hari Seribu Sholawat (SHSS) untuk melaksanakan aksi sosial bertajuk “SHSS Berbagi 1.000 Takjil”...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Sebanyak 1.512 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah II dihentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Kebijakan tersebut merupakan hasil...

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Desa Nusaherang, Kecamatan Nusaherang mengakibatkan tembok penahan tanah (TPT) longsor. Akibatnya di sekitar tempat usaha warga...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Hingga saat ini, terdapat 369 organisasi masyarakat (ormas) yang terdaftar di Kabupaten Kuningan. Hal itulah yang disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa...

Ragam

KUNINGAN ( MASS) – Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Kuningan melaksanakan kegiatan sosial bertajuk “IWAPI Peduli” membagikan 400 paket sembako dan 1500 paket...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kuningan menyampaikan keprihatinan serius terhadap berbagai tindakan aparat kepolisian yang dinilai tidak mencerminkan prinsip penghormatan...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Pemerintah daerah Kabupaten Kuningan menargetkan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) ASN pada tanggal 12 sampai 13 Maret sudah dapat dibayarkan. Selain...

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Pada dini hari tadi, Rabu (11/3/2026) sekitar pukul 01.30 WIB, pagar tembok SD Negeri 1 Karangkamulyan Kecamatan Ciawigebang, ambruk. Sekolah yang...

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Satu rumah warga di Desa Situgede, Kecamatan Subang mengalami kerusakan setelah bagian dindingnya ambruk akibat kondisi tanah yang labil usai diguyur...

Politik

KUNINGAN (MASS) – Partai Masyumi kembali muncul dalam kancah politik, termasuk di Kabupaten Kuningan. Ketua DPD Partai Masyumi Kuningan, H Suhendra mengumumkan niat untuk...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Tak sedikit dari warga yang menganggap Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Kuningan adalah badan yang fokus pada pengawasan Organisasi...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Menjelang berbuka puasa, Paguyuban Emak-emak Perum Ciporang kembali membagikan ratusan paket nasi kotak dan takjil kepada masyarakat yang melintas di jalur...

Hukum

KUNINGAN (MASS) – Pengiat Lingkungan AKAR dan Masyarakat Peduli Ciremai nampak mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Kuningan, Rabu (11/3/2026). Mereka, ternyata melakukan laporan dugaan tindak...

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Waktu sahur warga di Dusun Kliwon RT 30 RW 5, Desa Kalimanggis Kulon, Kecamatan Kalimanggis, Kabupaten Kuningan diwarnai dengan penemuan seekor...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Berdasarkan data pertumbuhan ekonomi secara year-on-year (YoY), Kabupaten Kuningan mencatatkan kinerja ekonomi paling impresif di kawasan Rebana Metropolitan sepanjang 2025. Bahkan,...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Lomba foto Menu MBG yang diselenggarakan Kuningan Mass dalam rangka Milad ke-1 Dekade pada 4 Maret 2026 kini memasuki tahap pengumuman...