KUNINGAN (MASS) – Hidup ini tidak terlepas dari ujian dan cobaan, bahkan hal itu merupakan sunnatullah dalam kehidupan. Manusia akan diuji dalam hidupnya, baik dengan perkara yang menyenangkan maupun dengan perkara yang tidak disukai.
Ujian dan cobaan juga sebagai sarana untuk mengokohkan imunitas keimanan. Tanpanya, manusia akan mengalami lemah imunitas keimanan. Bahayanya lagi ketika manusia merasa hebat dan kuat sehingga tidak perlu munajat kepada Ilahi.
Seiring berbagai bencana yang menimpa Tanah Air. Berbagai usaha secara manusiawi sudah dilakukan. Selain usaha secara manusiawi, semestinya diikuti dengan usaha pendekatan diri secara kolektif (nasional) kepada Ilahi melalui upaya peningkatan imunitas keimanan dan ketakwaan sehingga diturunkan keberkahan dari langit dan bumi.
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri tersebut beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS al-A’raf [7]: 96).
Al-Qurtubi dalam tafsirnya mengatakan, yang dimaksud keberkahan dari langit dan bumi adalah hujan dan tumbuh-tumbuhan. Sementara, al-Baghawi menjelaskan, keberkahan dalam ayat tersebut adalah diluaskan dan dimudahkannya berbagai macam kebaikan di seluruh penjuru.
Dengan iman dan takwa akan diberi jalan keluar dari setiap permasalahan kehidupan, mendapatkan rezeki dari arah yang tidak diduga, serta dimudahkan dalam segala urusan, termasuk mudah menanggulangi berbagai bencana yang menimpa (QS at-Thalaq [65]: 2-4).
Islam sebagai agama yang sempurna (syamil) telah memberikan amalan berupa doa (munajat) sebagai upaya untuk menangkal dari berbagai bala atau musibah yang bisa terjadi kapan di mana saja. Dengan doa, atas izin Allah, bangsa ini akan dilindungi dan diproteksi dari musibah yang mungkin terjadi.
Bagi masyarakat yang sedang diuji, selain melakukan aktivitas secara manusiawi, juga melakukan aktivitas untuk meningkatkan imunitas jiwa. Di antaranya adalah banyak berdoa, melakukan shalat lima waktu tepat waktu, shalat Tahajud, shalat Dhuha, zikir pagi dan sore, perbanyak istighfar, membaca Alquran, bersedekah, dan ibadah-ibadah lainnya.
Dengan usaha secara manusiawi diikuti dengan gerakan munajat nasional sebagai upaya pendekatan kepada Ilahi, bangsa ini akan terlindungi dari berbagai musibah dan bencana, Wallahu a’lam.
Oleh Imam Nur Suharno
Pembina Korps Mubaligh Husnul Khotimah, Kuningan, Jawa Barat