Soal Jalan Tol, Nuzul Beda Pendapat dengan Rana Suparman

KUNINGAN (MASS) – Meski sama-sama berasal dari PDIP, dua politisi senior Kuningan ini beda pendapat terkait rencana pembangunan jalan Tol yang melintasi kaki Gunung Ciremai.

Dalam podcast sebelumnya, Rana Suparman, Ketua Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Kuningan tak setuju soal tempat Jalan Tol, karena menurutnya terletak di kawasan hulu. Rana saat itu membagi wilayah dengan 3 kategori, Hulu, Niaga (Tengah) dan Industri (Timur).

Meski demikian, pendapat berbeda justru diutarakan Nuzul Rachdy SE. Ketua DPC PDIP sekaligus Ketua Dewan itu mengaku, jika ada Jalan Tol, termasuk di kaki Gunung Ciremai, justru membantu akses perekonomian dan transportasi.

“Kalo Jalan Tol, karena ini juga membantu akses perekonomian ya kita sependapat kalo menyetujui, walaupun belum tertuang dalam perseteruan,” kata Nuzul, dalam Podcast Kuningan Mass yang tayang di Youtube.

Mulanya, Nuzul membahas perihal Nota Raperda RTRW yang belum direspon DPRD karena masih menunggu Persub (Persetujuan Substansi), belum ada harmonisasi eksekutif dan legislatif.

“(Baru-baru ini) Dari pegiat lingkungan, apresiasi, mengingatkan kita (soal menjaga lingkungan. Tapi kita sama sekali) belum menyentuh itu (RTRW), kita menunggu Persub,” jawabnya, baru-baru ini.

Saat itulah Nuzul disinggung rencana Jalan Tol dan Geothermal di Kabupaten Kuningan. “Masalah geothermal masih wacana aja, belum ada secarik kertas pun yang masuk dewan, belum bisa mengomentari,” imbuhnya.

Pasca membahas itu, Zul kemudian bilang soal pendapatnya tentang jalan tol, yang juga menjadi akses transportasi dan perekonomian.

“Tapi saya secara pribadi (sepakat), menunjang akses transportasi dan perekonomian. Dengan catatan harus memperhatikan lingkungan apalagi jalan yang mau digunakan wilayah barat (kaki gunung),” ungkapnya.

“(Beda pendapat dong dengan Pak Rana?)
Ya Boleh aja kan? Kan saya juga pribadi, belum pendapat dewan. Pendapat dewan (itu) kalau eksekutif minta persetujuan dewan,” imbuhnya. (eki)