Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Education

Meski Simulasi, Siswa Sangat Antusias Datang ke Sekolah

KUNINGAN (MASS) – Udara pagi itu sangat cerah. Secerah hati para siswa SDN Cigintung Kelurahan Cigintung Kecamatan Kuningan. Pasalnya, Senin (7/9/2020) mereka bisa datang sekolah. Sekolah yang terletak di depan Kelurahan Cigintung itu tidak pernah didatangi sejak pertengan Maret. Mereka sangat rindu, namun virus corona membuat mereka tidak berkumpul. Saking antusiasnya mereka datang lebih pagi. […]

KUNINGAN (MASS) – Udara pagi itu sangat cerah. Secerah hati para siswa SDN Cigintung Kelurahan Cigintung Kecamatan Kuningan. Pasalnya, Senin (7/9/2020) mereka bisa datang sekolah.

Sekolah yang terletak di depan Kelurahan Cigintung itu tidak pernah didatangi sejak pertengan Maret. Mereka sangat rindu, namun virus corona membuat mereka tidak berkumpul.

Saking antusiasnya mereka datang lebih pagi. Padahal pihak sekolah sudah mengatur jadwal siswa yang datang ke sekolah untuk melakukan simulasi.

“Hari ini merupakan hari pertama siswa masuk untuk simulasi. Wajar mereka antusias karena memang sudah lama tidak ke sekolah. Rasa kangen kepada teman dan guru akhirnya terobati meski hanya satu jam,” ujar Kepala SDN Cigintung  Apip Mustopa SPd, Senin (7/9/2020).

Mantan guru SDN 2 Kuningan ini mengatakan, jumlah rombel di sekolahnya ada 9 dan untuk simulasi dibagi menjadi beberapa shif tergantung jumlah siswa.

Pada simulasi ini hanya berlangsung selama satu jam per gelombang atau shif. Mereka hanya diberikan pemahaman tentang apa itu virus corona. Selain tentu masalah protokol kesehatan.  

Pria asal Pasapen Kelurahan Kuningan ini mengaku, dengan adanya simulasi yang rencananya tiga hari pihak sekolah bisa mengevaluasi apa kekurangan untuk persiapan KBM ditengah pandemi.

“Sebelumnya ruang kelas sudah disemprot pada Sabtu pekan kemarin, sehingga hari ini benar-benar sudah siap melakukan sumulasi,” ujarnya lagi.

Dari hasil evualasi pihaknya membutuhkan thermogun lebih banyak lagi. Pasalnya, baru ada satu. Sedangkan jumlah rombel ada sembilan.

Sementara untuk wastafel sudah ada 10 titik. Guru-guru pun harus ditambah jumlah penutup muka kaca atau face shield. Selain juga pemberian masker.

“Mudah-mudahan adanya simulasi ini bisa menguji sejauh mana persiapan sekolah  menghadapi KBM dimasa pendemi,”  tandasnya lagi.

Sementara itu para siswa berbaris satu persatu sebelum masuk kelas. Mereka dicek suhu badan, cuci tangan dan tentu duduk jaga jarak.

Dari pantauan kuninganmasss.com, bukan hanya di SDN Cigintung tapi juga dibeberapa SD yang ada di Kecamatan Kuningan yang melakukan simulasi, salah satunya SDN 2 Kuningan.

Para guru dan siswa menerapkan protokol kesehatan. Mereka tampak sumringah dengan bisa kembali ke sekolah meski hanya simulasi.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Terpisah, Kadisdikbud Drs H Uca Somantri MSi, mengatakan, untuk simulasi baru digelar di 167 SD dari sekitar 600-an sekolah dasar. Pihaknya berharap covid cepat berlalu karena kasihan para siswa yang sudah lama tidak bersekolah.(agus)      

Advertisement
Advertisement
Advertisement

You May Also Like

Advertisement