KUNINGAN (MASS) – Suasana tidak mendukung dengan cuaca hujan deras tak menghambat aliansi mahasiswa dan elemen masyarakat Kuningan untuk menyuarakan tuntutan mereka terhadap pemerintah. Aksi yang digelar di halaman Gedung DPRD Kuningan pada Minggu (31/8/2025) berlangsung dengan intensitas tinggi.
Meski diguyur hujan, ratusan masa aksi terlihat semangat dan kompak menyerukan pesan-pesan protes. Mereka bergantian berorasi, menyampaikan aspirasi mereka dengan lantang.
Dalam kerumunan masa aksi dan guyuran hujan, Alghifari dengan lantang menyuarakan beberapa poin yang tengah dihadapi kepemerintahan daerah maupun RI, mulai dari pengesahan RUU Perampasan Aset, Tata Ruang, PJU, hingga kenaikan tunjangan DPR.
“Kita harus terus mengawal ini, apa perlu DPR direformasi?,” teriaknya.
Suasana aksi memanas saat beberapa massa mulai melemparkan botol air minum ke arah petugas keamanan. Sempat berselang beberapa menit hingga akhirnya situasi kembali kondusif.
Tak ada yang terluka dalam insiden pelemparan tersebut, namun dua jurnalis yang saat itu sedang menjalankan tugasnya terkena lemparan di bagian handphone, yang mengakibatkan kerusakan.
Setelah situasi kondusif, massa kembali melakukan orasi. Aksi kali ini berjalan cukup lama, hingga waktu petang.
Meski begitu, 10 poin tuntutan yang disampaikan masa aksi, mendapatkan kesepakatan dari Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy dan berjanji akan ditindaklanjuti. (didin)
