JAKARTA (MASS) – Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan penyesuaian menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan agar makanan tetap aman, bergizi, dan layak dikonsumsi hingga waktu berbuka puasa. Menu seperti telur rebus, telur asin, abon, kurma, roti, susu, dan buah dinilai memiliki daya tahan yang baik hingga sore hari.
Hal itu disampaikan Kepala BGN, Dadan Hindayana, usai pertemuan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Kantor Pusat MUI, Senin (26/1/2025).
Dadan menerangkan, penyesuaian menu dilakukan khususnya bagi peserta didik yang membawa makanan MBG ke rumah. Menu yang diberikan dipilih agar tidak mudah rusak dan tetap aman dikonsumsi setelah berjam-jam penyimpanan.
“Menu yang dibagikan adalah makanan yang tahan hingga sore hari, seperti telur rebus, telur asin, abon, kurma, roti, susu, buah, atau makanan lokal yang memiliki daya simpan yang baik,” ujar Dadan dikutip dari laman resmi bgn.go.id.
Selain itu, Dadan menambahkan penyesuaian juga dilakukan di pondok pesantren yang memiliki SPPG di dalam area pesantren. Menurutnya, penyajian makanan di pesantren akan digeser ke sore hari menjelang berbuka puasa, agar makanan tetap segar dan sesuai dengan pola konsumsi santri selama bulan Ramadan.
Lebih lanjut, Dadan menyampaikan skema penyesuaian menu MBG selama Ramadan telah dirancang dengan mempertimbangkan masukan dari MUI. Hal itu dilakukan agar pelaksanaan program tetap selaras dengan nilai keagamaan serta kebutuhan gizi para penerima manfaat.
BGN memastikan penyesuaian menu Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan secara optimal, aman, dan berkelanjutan selama bulan Ramadan. (didin)







